KOTA SINGKAWANG KEDATANGAN “TAMU TAK DIUNDANG”, KABUT ASAP TEBAL TUTUPI KOTA — WARGA MINTA PEMERINTAH BERTINDAK TEGAS
SINGKAWANG, KALBAR — Sabtu, 29 Agustus 2026. Porosnusantara co id. Kota Singkawang kembali diselimuti kabut asap tebal. Kondisi tersebut mulai dirasakan warga sejak pagi hari, bahkan sekitar pukul 07.00 WIB, jarak pandang di sejumlah ruas jalan dilaporkan sangat terbatas.
Kabut asap terlihat menyelimuti sejumlah kawasan perkotaan. Kondisi udara yang berkabut membuat jarak pandang pengendara menjadi terbatas dan menimbulkan kekhawatiran masyarakat terhadap dampaknya bagi kesehatan.
Warga menyebut kondisi tersebut bukan lagi persoalan biasa. Kabut asap telah menjadi ancaman terhadap kenyamanan, keselamatan perjalanan dan kesehatan masyarakat.
Sejumlah warga yang ditemui menyampaikan bahwa mereka berharap Pemerintah Kota Singkawang segera mengambil langkah konkret untuk memastikan masyarakat mendapatkan udara yang aman dan mengetahui sumber utama asap yang menyelimuti kota.
“Kami tidak membakar lahan. Tetapi kami yang merasakan dampak asapnya. Pemerintah harus mencari sumber asap dan memberikan perlindungan kepada masyarakat,” ujar salah seorang warga.
Sejumlah warga menegaskan bahwa masyarakat perkotaan tidak melakukan pembakaran lahan, namun tetap harus menghirup asap yang masuk ke kawasan permukiman.
Karena itu, masyarakat meminta pemerintah tidak hanya memberikan imbauan kepada warga, tetapi juga melakukan pelacakan sumber asap secara serius.
Apabila asap berasal dari kebakaran hutan dan lahan, masyarakat meminta aparat segera menemukan titik api dan mengambil tindakan sesuai aturan.
Sebaliknya, apabila terdapat sumber asap dari pembakaran terbuka di lingkungan permukiman, aktivitas tersebut juga harus ditertibkan.
Masyarakat membutuhkan kepastian: dari mana sebenarnya asap yang menyelimuti Kota Singkawang berasal?






