KOTA SINGKAWANG KEDATANGAN “TAMU TAK DIUNDANG”, KABUT ASAP TEBAL TUTUPI KOTA — WARGA MINTA PEMERINTAH BERTINDAK TEGAS

Kebijakan tersebut berlaku bagi TK/PAUD, SD, SMP, PKBM hingga lembaga kursus sampai kondisi udara dinyatakan membaik.

Asmadi juga meminta warga sekolah meningkatkan kewaspadaan, menggunakan masker ketika harus beraktivitas di luar ruangan dan menghindari aktivitas yang dapat memicu kebakaran.

Dengan kondisi kabut asap kembali tebal pada Sabtu (29/8/2026), masyarakat mempertanyakan apakah pemerintah perlu melakukan evaluasi kembali terhadap aktivitas pendidikan dan kegiatan luar ruang, terutama apabila kualitas udara kembali berada pada tingkat yang membahayakan.

Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kota Singkawang juga menjadi salah satu instansi yang paling ditunggu penjelasannya.
Kepala Dinas Kesehatan dan KB Kota Singkawang, dr. Achmad Hardin, sebelumnya telah meminta fasilitas pelayanan kesehatan meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau dan potensi krisis kesehatan. Surat edaran kesiapsiagaan tersebut diterbitkan pada 13 Agustus 2026 dan ditujukan antara lain kepada rumah sakit, puskesmas dan klinik.

Dengan kondisi asap yang kembali dirasakan masyarakat, Dinkes perlu memberikan penjelasan mengenai potensi peningkatan gangguan pernapasan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia dan masyarakat yang memiliki penyakit pernapasan.

Masyarakat juga perlu diberikan panduan sederhana mengenai kapan harus mengurangi aktivitas di luar rumah, penggunaan masker yang tepat dan kapan harus mendapatkan pelayanan medis.

Persoalan kabut asap tidak boleh berhenti pada tudingan bahwa penyebabnya semata-mata karhutla.
Pemerintah perlu melakukan investigasi terhadap seluruh sumber pembakaran terbuka yang berpotensi menghasilkan asap, termasuk pembakaran sampah, pembakaran lahan dan aktivitas lain yang dilakukan di kawasan permukiman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *