Kalimantan Timur saat ini menghadapi ancaman karhutla dengan 1.082 titik panas (hotspot) yang tersebar di sejumlah kabupaten dan kota. Titik panas terbanyak berada di Kutai Timur sebanyak 276 titik, Penajam Paser Utara 160 titik, Kutai Kartanegara 141 titik, Paser 108 titik, Berau 58 titik, Balikpapan 40 titik, Samarinda 31 titik, Bontang 26 titik, Mahakam Ulu 25 titik, dan Kutai Barat 18 titik.
“Jadi seluruhnya ada 1.082 hotspot,” kata Marsdya TNI Muzafar.
Selain dukungan peralatan, penanganan karhutla juga diperkuat dengan pengerahan personel TNI di bawah koordinasi Kodam VI/Mulawarman. Sedikitnya 5.334 personel TNI telah dikerahkan untuk mendukung penanganan karhutla di wilayah Kalimantan Timur.
Pangkogabwilhan II menegaskan bahwa penanganan karhutla tidak hanya dilakukan melalui upaya pemadaman, tetapi juga harus diimbangi dengan langkah pencegahan. Untuk itu, masyarakat maupun perusahaan diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar.
“Saya mengingatkan dan mengimbau kepada seluruh masyarakat dan korporat, perusahaan-perusahaan, untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar,” tegasnya.
Marsdya TNI Muzafar juga mengingatkan bahwa Pemerintah akan mengambil tindakan tegas terhadap pihak yang sengaja melakukan pembakaran lahan hingga menimbulkan bencana. Hal tersebut sejalan dengan penekanan Presiden agar praktik pembakaran lahan yang berpotensi menimbulkan karhutla tidak dilakukan.
Dalam rangka memperkuat upaya penanganan karhutla, Pemerintah juga menyiapkan operasi modifikasi cuaca (OMC). Pesawat untuk pelaksanaan modifikasi cuaca telah disiapkan guna membantu menurunkan hujan di sekitar wilayah yang terdapat titik panas.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kalimantan Timur Buyung Dodi Gunawan menjelaskan bahwa distribusi pompa air akan disesuaikan dengan jumlah titik api dan kondisi pertanian di masing-masing wilayah.






