GUBERNUR SHERLY TJOANDA DESAK CSR HARITA NAIK KELAS: JALAN LINGKAR OBI DAN JALAN TANI HARUS JADI PRIORITAS

Dengan pembagian peran tersebut, penyelesaian jalan lingkar Obi diproyeksikan dapat dilakukan dalam kurun waktu sekitar enam sampai tujuh tahun.

Pertanyaannya adalah: kapan dimulai, berapa panjang yang menjadi tanggung jawab masing-masing pihak, berapa anggarannya, dan kapan masyarakat Obi dapat menikmati hasilnya?

Dorongan Gubernur Sherly menempatkan Harita Nickel pada posisi penting dalam agenda pembangunan Pulau Obi.

Harita Nickel merupakan salah satu perusahaan besar yang menjalankan aktivitas industri nikel di Obi. Dalam forum Temu Sinergi tersebut, perusahaan juga menyampaikan berbagai kontribusinya dalam bidang pembangunan, pemberdayaan ekonomi, pendidikan, kesehatan dan program sosial lainnya.

Namun, arah yang disampaikan Gubernur menunjukkan bahwa ke depan kontribusi tersebut diharapkan semakin diarahkan pada infrastruktur dasar yang mempunyai dampak luas.
Jalan lingkar Obi menjadi salah satu contoh paling konkret.

Sebab, ketika jalan dibangun, manfaatnya tidak hanya diterima satu kelompok masyarakat.

Petani dapat membawa cengkeh, pala dan kelapa ke pasar dengan lebih mudah. Nelayan dapat mempercepat distribusi hasil tangkapan. Anak-anak lebih mudah menuju sekolah. Warga lebih cepat memperoleh pelayanan kesehatan. Mobilitas barang dan manusia menjadi lebih murah dan efisien.

Di satu sisi, Obi berkembang sebagai kawasan industri dan pusat aktivitas pertambangan serta hilirisasi nikel.
Di sisi lain, kehidupan masyarakat di luar kawasan industri tetap sangat bergantung pada pertanian, perikanan dan ekonomi rakyat.

Gubernur Sherly menyebut sekitar 60 persen dari 1,4 juta penduduk Maluku Utara bekerja sebagai petani dan sekitar 20 persen sebagai nelayan. Sementara penyerapan tenaga kerja industri pertambangan diperkirakan berada pada kisaran 150.000 hingga 200.000 orang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *