Benang Kusut Tanggung Jawab Negara, Akreditasi, dan Pengangguran Terdidik

ilustrasi demonstrasi dan kekacauan keadaan sumber : pinterest

Satu Kesimpulan yang dapat kita tarik dari kenyataan ini adalah situasi pasar kerja yang dirasakan lulusan sarjana saat ini adalah kombinasi antara masalah struktural lama (mismatch pendidikan-kerja) yang diperparah oleh syok ekonomi dan tren perekrutan yang mengecil.

Tingginya angka pengangguran menunjukkan  kegagalan sistemik di negeri ini. Dipakai dan diterapkannya sistem kapitalisme menciptakan ketimpangan ekonomi dan sosial serta penumpukan kekayaan pada segelintir orang. Keberhasilan ekonomi seharusnya bukan sekedar angka statistik tetapi merupakan realisasi keadilan yang nyata.

Kebijakan-kebijakan populis yang diklaim berpotensi menyerap jutaan tenaga kerja, tetapi realitanya proyek-proyek populis tersebut menyerap anggaran yang jumlahnya besar, membebani APBN, belum teruji keberlanjutannya, dan menuai massifnya penolakan masyarakat.

Alih-alih menyelesaikan akar persoalan struktural, dalam hal ini salah satunya adalah menyediakan lapangan pekerjaan, pemerintah justru berfokus untuk membiayai proyek tidak memberi dampak dan manfaat secara langsung dan terarah bagi rakyat, seperti dilaksanakannya proyek IKN. Bahkan sejumlah proyek berbiaya besar hanya berujung mangkrak. Hal ini juga berujung pada tingginya angka pengangguran.

Sistem ekonomi Kapitalisme yang diterapkan di negeri ini juga sering menciptakan ketimpangan dalam pendidikan dan kesempatan kerja. Masyarakat ekonomi menengah ke bawah sering sulit mengakses pendidikan yang berkualitas karena tingginya biaya untuk sekolah dan pendidikan berkualitas tersebut. Jika pendidikan berkualitas sulit didapatkan, maka biasanya akan linear dengan sulitnya memperoleh pekerjaan yang layak karena kurangnya pendidikan dan keterampilan.

Penulis: Devi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *