Menurut Brigjen Pol. Yopie Indra Sepang, Provinsi Sumatera Barat merupakan salah satu daerah dengan percepatan penanganan bencana terbaik berkat sinergi pemerintah daerah, TNI, Polri, BNPB, serta seluruh elemen masyarakat.
“Secara keseluruhan, Provinsi Sumatera Barat merupakan salah satu daerah yang paling cepat dalam penanganan bencana. Ini berkat kerja sama pemerintah daerah, TNI, Polri, dan seluruh masyarakat,” katanya.
Ia menegaskan bahwa kehadiran Tim Supervisi bertujuan membantu menyelesaikan berbagai persoalan yang belum dapat dituntaskan di tingkat daerah melalui koordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait.
“Kalau memang harus kami bawa ke tingkat pusat, nanti akan kami carikan solusinya di tingkat pusat,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya menghilangkan berbagai hambatan dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi.
“Jangan sampai ada sumbatan-sumbatan permasalahan yang akhirnya mengurangi kepercayaan masyarakat kepada pemerintah,” ujarnya.
Usai penyampaian laporan dan arahan, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi teknis yang dipandu oleh Pj. Sekretaris Daerah Jefrizal, S.Pt., M.T. bersama seluruh perangkat daerah dan instansi terkait.
Dalam sesi diskusi, Kepala BPBD Kabupaten Solok melaporkan masih terdapat enam gedung pemerintahan yang membutuhkan rehabilitasi. Pelayanan kesehatan dan pendidikan pada umumnya telah kembali berjalan normal, namun sejumlah puskesmas, sekolah, dan pondok pesantren masih memerlukan perbaikan. Selain itu, jalan provinsi, jalan kabupaten, jalan lingkungan, jembatan, normalisasi sungai, irigasi, penyediaan air minum, pengendalian banjir, serta rehabilitasi sekitar 80 hektare lahan pertanian masih membutuhkan dukungan pemerintah pusat.






