“Kita cari cara yang bisa mempertemukan berbagai perbedaan menjadi satu. Itu memerlukan kerja bersama dari para senior dan dukungan semua pihak agar suasana tetap kondusif,” ujarnya.
Riyad juga menekankan bahwa pemilihan pemimpin tidak seharusnya didasarkan pada faktor gender, latar belakang ekonomi, maupun status sosial. Yang terpenting, menurut dia, adalah kemampuan calon pemimpin dalam memberikan pengabdian nyata kepada masyarakat dan menjawab kebutuhan organisasi serta bangsa.
Lebih lanjut, ia menilai dinamika yang muncul dalam Mubes merupakan hal yang wajar dalam proses demokrasi. Namun, dinamika tersebut tidak boleh berkembang menjadi ajang mempertahankan ego masing-masing kelompok.
“Dinamika itu penting, tetapi jangan sampai hanya memunculkan ego masing-masing. Yang harus dikedepankan adalah bagaimana mewujudkan harapan masyarakat dan memberikan informasi yang baik kepada publik,” tegasnya.
Melalui Mubes ke-57 ini, Riyad berharap Kosgoro dapat melahirkan kepemimpinan yang mampu menjaga persatuan organisasi sekaligus memperkuat semangat pengabdian kepada masyarakat.
Kalau melihat kenyataannya yang ada saat dilihat dukungannya, bahwa calon mendapat dukungan terbanyak adalah Saudari Sari Yuliati yang saat ini menjabat sebagai Bendahara Umum Kosgoro 1957 dan menjabat pula sebagai Bendahara Umum Golkar dan Wakil Ketua DPR RI.
Dwi






