Porosnusantara.co.id |BANDUNG – PT Kereta Api Indonesia (Persero) berencana menghadirkan inovasi transportasi baru berupa kereta api berbasis baterai atau Battery Electric Multiple Unit (BEMU) di Indonesia mulai tahun 2027. Jalur Padalarang–Cicalengka di wilayah Bandung Raya ditetapkan sebagai rute pertama penerapan teknologi tersebut.
Direktur Portofolio Management dan Teknologi Informasi KAI, I Gede Darmayusa, mengatakan perkembangan teknologi kendaraan listrik dan baterai membuka peluang besar bagi modernisasi transportasi kereta api nasional.
Ia menjelaskan, saat ini tingkat elektrifikasi jalur kereta api di Indonesia masih sangat terbatas. Dari total jaringan rel lebih dari 6.000 kilometer, baru sekitar 600 kilometer yang telah menggunakan sistem elektrifikasi.
“Dari 6.000 lebih kilometer, cuma 600 kilometer yang elektrifikasi, dan membiayai elektrifikasi itu mahal,” ujarnya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta.
Selain biaya pembangunan yang tinggi, sistem elektrifikasi konvensional juga dinilai memiliki tantangan operasional, termasuk potensi gangguan pada jaringan listrik aliran atas (LAA). Karena itu, teknologi kereta baterai dinilai menjadi alternatif yang lebih fleksibel.
Menurut Gede, perkembangan teknologi baterai saat ini sudah memungkinkan penerapan pada moda kereta api, baik dari sisi kapasitas maupun efisiensi bobot yang semakin ringan dan canggih.
“Sekarang kita melihat baterai sudah semakin maju, kapasitas besar, lebih ringan, dan lebih fleksibel,” jelasnya.
KAI bersama PT INKA (Persero) telah memulai kajian dan penjajakan kerja sama untuk pengadaan BEMU yang ditargetkan mulai dilakukan pada tahun ini.
Rencananya, proses pengadaan (procurement) akan dimulai pada September 2026, dengan target satu rangkaian kereta baterai pertama tiba pada kuartal II-2027.
Untuk tahap awal, lintas Padalarang–Cicalengka dipilih sebagai proyek percontohan karena tingginya permintaan layanan komuter di wilayah tersebut yang saat ini masih menggunakan diesel multiple unit (DMU).
“Dengan adanya BEMU ini, kita bisa langsung menghadirkan layanan commuter tanpa menunggu elektrifikasi yang mahal,” kata Gede.
Lintas sepanjang sekitar 42 kilometer tersebut akan menjadi rute uji coba, dengan sistem pengisian daya di beberapa titik seperti Padalarang, depo Bandung, dan Cicalengka. Waktu pengisian baterai diperkirakan hanya sekitar 10–15 menit untuk penggunaan penuh.
Kereta ini direncanakan mampu melaju hingga kecepatan 120 km/jam dengan interval perjalanan (headway) sekitar 15–30 menit. Jika uji coba di Bandung Raya berhasil, teknologi ini akan diperluas ke kota-kota lain yang belum memiliki jaringan elektrifikasi.






