Wamendikdasmen Fajar Riza Ul Haq Jadi Keynote Speaker Hari Doa Nasional 2026, Dorong Sinergi Wujudkan Pendidikan Indonesia Emas

Porosnusantara.co.id | Balikpapan-

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) RI, Dr. Fajar Riza Ul Haq, M.Sc., menjadi keynote speaker dalam Seminar Nusantara Konferensi Doa yang merupakan rangkaian Hari Doa Nasional (HDN) 2026 di Bukit Doa Nusantara, Balikpapan, Kalimantan Timur, Jumat (3/7/2026).

Seminar yang mengusung tema “Api Doa dan Penginjilan Terus Menyala dari IKN Kaltim ke Bangsa-Bangsa” tersebut diikuti ribuan peserta yang terdiri atas pendeta, gembala, penginjil, pendoa, guru, serta tokoh gereja dari berbagai wilayah Indonesia, seperti Kalimantan, Papua, Sumatera, Sulawesi, Jawa, Nusa Tenggara Timur, dan Maluku. Kegiatan itu juga dihadiri peserta dari sejumlah negara, di antaranya Korea Selatan, Malaysia, Brunei Darussalam, Selandia Baru, dan Amerika Serikat.

Dalam pemaparannya, Fajar Riza Ul Haq menyampaikan bahwa Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan nasional melalui penguatan sumber daya manusia di sektor pendidikan.

Menurutnya, dalam dua tahun terakhir pemerintah telah memperjuangkan puluhan ribu guru honorer jenjang SD dan SMP untuk diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas layanan pendidikan di Indonesia.

“Langkah ini dilakukan agar kualitas pendidikan dasar dan menengah semakin meningkat sehingga mampu melahirkan generasi yang berkualitas, berkarakter, serta menguasai perkembangan teknologi,” ujarnya.

Fajar juga mengajak para pendidik, termasuk guru-guru Kristen dan Katolik, untuk terus bersinergi dalam mewujudkan visi Indonesia Emas melalui peningkatan mutu pendidikan.

Dalam kesempatan tersebut, ia turut menceritakan kedekatannya dengan dunia pendidikan Kristen dan Katolik yang telah menjadi bagian dari kajian akademiknya. Pengalaman tersebut kemudian melahirkan buku berjudul “Kristen Muhammadiyah”, yang mengangkat pentingnya kolaborasi lintas kelompok dalam membangun pendidikan nasional.

Paparan Wamendikdasmen mendapat tanggapan dari perwakilan Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Romo Aloysius Budi Purnomo, dan Ketua Persekutuan Baptis Indonesia (PBI), Pdt. Rendy Chua. Diskusi tersebut menghasilkan berbagai gagasan mengenai penguatan sistem pendidikan nasional yang berkeadilan sosial serta berorientasi pada pembentukan peserta didik yang unggul dan berkarakter.

Seminar ditutup dengan doa bersama bagi kemajuan pendidikan Indonesia.

Selain membahas sektor pendidikan, Nusantara Konferensi Doa HDN 2026 juga mengangkat berbagai isu strategis lainnya, seperti kesehatan, hukum, lingkungan hidup, keesaan gereja, keluarga Kristen, teknologi, pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), serta penginjilan dan gerakan doa nasional.

Sejumlah tokoh nasional dan pemimpin gereja turut menjadi narasumber dalam forum tersebut, di antaranya Ketua Umum PGLII Pdt. Tommy Lengkong, Ketua Majelis Pertimbangan PGI Pdt. Dr. Gomar Gultom, Sekretaris Umum PGI Pdt. Darwin Darmawan, Sekretaris Umum PGLII Pdt. Prof. Dr. Daniel Ronda, Romo Aloysius Budi Purnomo dari KWI, Ketua Umum PBI Pdt. Rendy Chua, serta sejumlah tokoh lintas gereja, akademisi, praktisi hukum, tenaga kesehatan, hingga perwakilan Otorita IKN.

Konvokator Forum Umat Kristen Republik Indonesia (FUKRI), Pdt. Robby Repi, menjelaskan bahwa Hari Doa Nasional 2026 tidak hanya menjadi momentum ibadah bersama, tetapi juga ruang diskusi untuk merumuskan kontribusi umat Kristen terhadap pembangunan bangsa.

“Seminar ini membahas berbagai isu strategis, mulai dari pendidikan, kesehatan, hukum, lingkungan hidup, hingga penginjilan dan doa. Seluruh rangkaian kegiatan ditutup dengan doa bersama agar memberikan dampak nyata bagi Indonesia, Ibu Kota Nusantara, gereja, dan masyarakat,” ujarnya.

Melalui rangkaian Hari Doa Nasional 2026, para peserta berharap semangat kolaborasi, doa, dan pelayanan terus tumbuh sehingga mampu mendukung terwujudnya Indonesia yang maju, berkarakter, dan berlandaskan nilai-nilai persatuan.

Penulis: AxnesEditor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *