Nelson Nainggolan Targetkan Lahirkan Juara Dunia dari Ancol Championship 2026

“Kenapa kami menggunakan ICC? Karena dalam satu event bisa menaungi tinju, Indo-Striking, Muay Thai hingga Jiu-Jitsu. Ini jauh lebih efisien bagi promotor dibanding harus menggunakan beberapa badan berbeda,” jelasnya.

Ia menambahkan, kejuaraan tersebut juga menjadi bagian dari program pembinaan atlet yang telah berjalan secara berkelanjutan.

Setiap dua pekan, pihaknya menggelar pertandingan rutin bekerja sama dengan NEXT dan Vidio di Studio Penta, Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

“Program ini memang kami siapkan sebagai wadah pembibitan petarung Indonesia agar memiliki jam bertanding yang cukup sebelum tampil di level nasional maupun internasional,” ujarnya.

Nelson menegaskan dirinya tidak ingin tren olahraga tarung profesional hanya dipenuhi pertandingan yang mengandalkan popularitas atau hiburan semata tanpa menghasilkan prestasi.

“Dalam hype boxing yang sedang berkembang sekarang, jangan hanya membuat pertandingan yang ramai tetapi tanpa arah. Kami ingin menciptakan atlet berprestasi, bukan sekadar mengejar sensasi,” tegasnya.

Sebagai bentuk komitmen tersebut, Nelson mengaku telah mengantarkan salah satu petinjunya, Asyar Hewas, meraih gelar WBA Asia. Selanjutnya, pada 16 Agustus mendatang pihaknya kembali menggelar ajang bersama Pemerintah Kota Tangerang sebagai bagian dari persiapan atlet menuju peringkat dunia.

“Mudah-mudahan tahun ini atau paling lambat tahun depan kita bisa kembali melahirkan sosok seperti Chris John. Semua event yang kami buat sudah terprogram dan terstruktur untuk mencetak juara dunia, bukan hanya sekadar euforia sesaat,” katanya.

Melalui Ancol Championship 2026, Nelson berharap olahraga combat sport Indonesia semakin berkembang, memiliki ekosistem profesional yang sehat, serta mampu melahirkan atlet-atlet yang dapat mengharumkan nama Indonesia di pentas internasional

Penulis: Fadhilah Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *