Kebenaran tanpa kasih menjadi keras. Kasih tanpa kebenaran menjadi lemah. Tetapi ketika keduanya berjalan bersama, di situlah karakter Kristus dinyatakan.
Yesus sendiri adalah teladan tertinggi. Ia adalah kebenaran (Yohanes 14:6), namun sering ditolak. Bahkan terang itu datang ke dunia, tetapi dunia tidak menerimanya (Yohanes 1:11). Penolakan tidak pernah mengubah kebenaran itu sendiri.
Demikian pula dalam hidup kita. Akan ada saat ketika kita disalahpahami, ditolak, atau bahkan dilawan ketika menyampaikan yang benar. Namun itu bukan alasan untuk diam.
Yang Tuhan kehendaki bukan hasil instan, tetapi kesetiaan.
Karena itu, tetaplah sampaikan kebenaran.
Dengan hati yang bersih, dengan kata-kata yang bijak, dan dengan kasih yang tulus.
Sebab pada akhirnya, kebenaran tidak bergantung pada penerimaan manusia, tetapi pada sumbernya—Tuhan sendiri.
Tetap sampaikan, sebab kebenaran tidak pernah sia-sia.






