Opini  

Catatan Akhir Tahun 2025 SPI: Reforma Agraria dan Kedaulatan Pangan Terpinggirkan

Porosnusantara.co.id | Jakarta, 29 Januari 2026 — Serikat Petani Indonesia (SPI) meluncurkan Catatan Akhir Tahun (CATAHU) 2025 melalui konferensi pers yang digelar pada Kamis (29/01/2026) di Sekretariat DPP SPI, Jakarta. CATAHU ini memotret secara kritis situasi pangan, dan pertanian Indonesia sepanjang tahun 2025, yang dinilai masih diwarnai persoalan struktural dan belum berpihak pada petani sebagai subjek utama pembangunan.

Konferensi Pers CATAHU 2025 SPI menghadirkan langsung suara petani dari berbagai daerah sebagai narasumber utama. Forum ini diisi oleh Henry Saragih, Ketua Umum SPI; Zainal Arifin Fuad, Wakil Ketua Umum SPI; Wahyudi Rakib, Sekretaris Umum SPI; Sarwadi, Ketua DPW SPI Jambi; Zubaidah, Ketua DPW SPI Sumatera Utara; serta Toyib Abdullah, Ketua DPC SPI Indramayu yang merupakan petani anggota SPI. Kehadiran para narasumber ini menegaskan bahwa CATAHU 2025 tidak hanya berbasis analisis kebijakan, tetapi juga berangkat dari pengalaman nyata petani di lapangan yang langsung menghadapi konflik agraria, permasalahan pangan, pertanian sepanjang tahun 2025.

Sepanjang tahun 2025, SPI mencatat berbagai peristiwa penting yang berkaitan dengan pangan, pertanian, agraria, hak petani dan kehidupan petani di perdesaan di berbagai wilayah Indonesia. Pencatatan ini menjadi penting karena sektor agraria dan pertanian merupakan sektor strategis yang menyangkut hajat hidup rakyat banyak. Kesalahan arah kebijakan di sektor ini tidak hanya berdampak pada petani, tetapi juga pada ketahanan sosial, ekonomi, dan ekologis bangsa secara keseluruhan.

Melalui CATAHU 2025, SPI menganalisis berbagai dinamika tersebut dengan menggunakan kerangka pokok perjuangan organisasi, yaitu reforma agraria sejati, kedaulatan pangan, pertanian agroekologi, penguatan ekonomi koperasi, serta pemenuhan hak asasi petani. Secara khusus, CATAHU 2025 juga menjadi refleksi atas satu tahun pertama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Penulis: Rudi CoyEditor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *