“Dalam kondisi kita semua kompak membantu masyarakat, masih ada orang yang berusaha menyabotase jembatan Bailey yang dibangun TNI. Dua hari lalu sempat ditayangkan fotonya, baut-bautnya dibongkar. Terus terang, kami tidak menyangka ada orang yang melakukan tindakan seperti ini,” kata Maruli dalam konferensi pers yang sama.
Ia menegaskan bahwa tindakan tersebut sangat membahayakan keselamatan masyarakat dan berpotensi menghambat proses pemulihan pascabencana. TNI, lanjut Maruli, akan meningkatkan pengawasan serta berkoordinasi dengan aparat terkait guna memastikan keamanan infrastruktur yang telah dibangun.
Meski menghadapi tantangan tersebut, TNI memastikan komitmennya untuk terus mendukung pemulihan pascabencana di wilayah Sumatera. Pembangunan jembatan Bailey dan pengerahan personel akan terus dilakukan hingga seluruh akses vital masyarakat kembali pulih dan aman digunakan.






