Porosnusantara.co.id | Sumatera – Sebulan berselang pascabencana galodo yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera pada November lalu, kondisi di daerah terdampak kini mulai berangsur pulih. Proses pemulihan tersebut melibatkan berbagai unsur masyarakat yang bahu-membahu membantu warga terdampak, termasuk keterlibatan aktif Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) dalam upaya rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.
Salah satu kendala utama pascabencana adalah terputusnya akses penghubung antarwilayah akibat rusaknya infrastruktur, khususnya jembatan. Kondisi tersebut sempat menghambat distribusi logistik serta aktivitas ekonomi masyarakat. Menyikapi hal itu, TNI AD memfokuskan upaya pemulihan dengan membuka kembali akses yang terputus melalui pembangunan jembatan darurat jenis Bailey.
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, sebelumnya menginstruksikan pembangunan 100 jembatan Bailey di wilayah terdampak bencana sebagai langkah cepat memulihkan konektivitas dan mempercepat pemulihan kehidupan masyarakat.
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menyampaikan bahwa hingga saat ini TNI telah membangun dan memasang sebanyak 32 jembatan Bailey di wilayah terdampak bencana yang meliputi Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
“Pembangunan jembatan ini bertujuan untuk memulihkan akses masyarakat agar aktivitas sosial dan ekonomi dapat kembali berjalan. Beberapa jembatan bahkan sudah digunakan oleh masyarakat untuk beraktivitas sehari-hari,” ujar Agus dalam Konferensi Pers Perkembangan Terkini Penanganan Pascabencana di Posko Terpadu Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (29/12/2025).
Selain pembangunan jembatan, TNI juga mengerahkan sebanyak 37.910 personel guna mendukung proses rekonstruksi dan rehabilitasi pascabencana di wilayah Sumatera. Pengerahan personel tersebut dilakukan untuk memastikan percepatan pemulihan berjalan optimal dan masyarakat dapat segera kembali menjalani kehidupan secara normal.
Namun di tengah semangat kebersamaan dan gotong royong dalam pemulihan pascabencana, muncul tindakan yang dinilai dapat merusak persatuan. Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak mengungkap adanya upaya sabotase terhadap jembatan Bailey yang telah dibangun TNI di beberapa wilayah terdampak.
Maruli mengaku menerima laporan bahwa sejumlah baut pada jembatan Bailey dilepas oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Ia menyayangkan tindakan tersebut, terlebih dilakukan di tengah situasi darurat ketika masyarakat sangat membutuhkan akses penghubung.






