Temuan Dugaan Korupsi Dana BOS di SMAN 5 Tanah Putih
Porosnusantara co id. (Rabu 01/10/2025). Tanah Putih – Penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di SMAN 5 Tanah Putih kembali menjadi sorotan publik. Sejumlah pos anggaran tahun 2023–2024 diduga kuat mengandung praktik mark-up dan penggelembungan biaya yang tidak wajar.
Berdasarkan penelusuran dokumen realisasi anggaran, pada tahun 2024 sekolah ini tercatat menghabiskan dana hingga Rp 161 juta lebih hanya untuk pemeliharaan sarana dan prasarana. Selain itu, terdapat pula alokasi Rp 113 juta untuk pengembangan perpustakaan dan layanan pojok baca.
Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, pengeluaran di sektor yang sama juga cukup fantastis. Tahun 2023 misalnya, pemeliharaan sarana dan prasarana menyedot anggaran Rp 113 juta lebih, sedangkan pengembangan perpustakaan mencapai Rp 102 juta.
Kenaikan signifikan anggaran dalam dua tahun terakhir ini menimbulkan tanda tanya besar, terlebih sejumlah pihak di lapangan menilai kondisi fisik sekolah tidak menunjukkan perbaikan sepadan dengan jumlah dana yang dikeluarkan.
“Kalau dilihat langsung, fasilitasnya biasa saja, tidak ada perubahan besar yang sesuai dengan dana ratusan juta itu. Ini jelas harus diaudit,” ujar salah satu sumber masyarakat yang enggan disebutkan namanya.
Aktivis pendidikan daerah juga menilai praktik pengelolaan dana BOS di SMAN 5 Tanah Putih terindikasi kuat mark-up atau penggelembungan anggaran. Mereka mendesak aparat penegak hukum untuk melakukan investigasi transparan agar penggunaan dana negara sesuai peruntukannya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak sekolah belum memberikan keterangan resmi terkait temuan dugaan penyimpangan dana BOS tersebut.
Pewarta: Ahmad






