Menurutnya, reforma agraria adalah tulang punggung demokrasi ekonomi Pancasila yang seharusnya jadi roh pembangunan kota.
Di tengah arus kapitalisme perkotaan yang menindas ruang hidup rakyat, suara dari FGD PA GMNI ini menjadi pengingat keras bahwa Jakarta bukan milik segelintir orang. Ia adalah rumah bersama, tempat rakyat bekerja, mencinta, dan bertahan hidup.
Reforma Agraria Perkotaan bukan sekadar tuntutan teknis, ia adalah seruan moral untuk mengembalikan kota kepada rakyatnya. Karena kota tanpa rakyat, pada akhirnya, hanyalah monumen kosong dari keserakahan.(AXS).






