Ketua Umum Canga Muda Obi Selatan Jefry Daeng SH MTh Ajak Semua Masyarakat Obi Bersatu Satu Visi/Misi Dan Satu Komando.
Porosnusantara co id. Jakarta – Dalam semangat persaudaraan dan kebanggaan terhadap jati diri masyarakat Obi, Ketua Pasukan Canga Muda Obi Selatan menegaskan kembali komitmennya sebagai wadah pemersatu seluruh masyarakat Obi dari berbagai suku, dan bahasa.
Organisasi ini hadir dengan tujuan mulia, yakni menyatukan visi dan misi dalam memperjuangkan hak serta aspirasi masyarakat Obi, agar tetap kokoh dan berdaulat di tanah leluhurnya sendiri.
Ketua Pasukan Canga Muda Obi Selatan Jefry Daeng SH MTh menyampaikan bahwa organisasi ini terbuka bagi seluruh masyarakat Obi tanpa memandang asal suku maupun bahasa.
“Kita ingin agar masyarakat Obi tidak terpecah-belah. Sudah saatnya kita bersatu, bergerak dalam satu komando untuk menjaga marwah dan kehormatan masyarakat Obi sebagai Pribumi di tanah kelahirannya sendiri,” ujarnya dengan tegas.
Musik Cakalele Togale merupakan simbol sakral dalam budaya Togale di Obi yang telah diwariskan secara turun-temurun. Tradisi ini melambangkan persatuan, keberanian, dan kesiagaan seluruh masyarakat Obi dalam menghadapi ancaman atau ketidakadilan. Dahulu, musik Cakalele menjadi tanda pemanggilan bala bantuan, namun dalam konteks modern, maknanya telah bergeser menjadi seruan moral untuk bersatu dan menjaga keharmonisan.
Makna filosofis dari musik Cakalele juga menjadi dasar perjuangan wadah ini. Bahwa musik Cakalele bukan sekadar ajakan berperang, melainkan lambang solidaritas dan semangat kebersamaan masyarakat Obi dalam mempertahankan nilai adat, budaya, serta hak-hak kita sebagai Pribumi di tengah perkembangan zaman.
Menurut Jefry demikian sapaan akrabnya menuturkan bahwa sebelum Indonesia Merdeka Obi itu sudah di huni artinya sudah ada masyarakat Tempatan/lokal yang diam di pulau yang kaya akan nickel tersebut. Sehingga setiap orang luar Obi yang masuk jangan main semena-mena langsung kuasai lahan masyarakat.






