Mereka juga akan melakukan edukasi publik, mengajak masyarakat menjaga hutan dan memahami bahwa hutan bukan sekadar aset alam, tapi warisan untuk generasi mendatang.
Aksi solidaritas ini menjadi peringatan keras bahwa hukum tidak boleh tajam ke bawah, tumpul ke atas. Penindakan harus menyentuh semua pihak yang melanggar — apakah itu jurnalis, pengusaha, atau oknum aparat sekalipun. “Pontianak harus bersih. Kalbar harus hijau. Dan hukum harus adil. Titik,” tegas para jurnalis kompak.
Kini, semua mata tertuju ke Polresta Pontianak. Publik menunggu: apakah hukum akan berpihak pada keadilan sejati, atau berhenti di tengah jalan. (Jf)






