Lapor Pak Menteri ATR/BPN Nusron Wahid! “Aroma Busuk” di Tapal Batas Bengkayang–Singkawang, Warga Tuding Ada Mafia Tanah

Lapor Pak Menteri ATR/BPN Nusron Wahid! “Aroma Busuk” di Tapal Batas Bengkayang–Singkawang, Warga Tuding Ada Mafia Tanah

Singkawang – Kalbar. Porosnusantara co id. (Jumat 11/07/2025). Suasana panas membakar Desa Karimunting, Bengkayang, Kalimantan Barat. Konflik sengit meledak antara warga dan Wali Kota Singkawang, Chai Chu Mei, yang diduga melakukan aksi sewenang-wenang dalam sengketa tapal batas wilayah.

“Lapor Pak Menteri ATR/BPN Nusron Wahid! Ada aroma busuk di tapal batas Bengkayang–Singkawang!” teriak warga penuh amarah, Rabu (9/7/2025), saat puluhan petugas gabungan OPD dan Satpol PP Kota Singkawang mencabut baliho milik warga di dekat Bandara Singkawang.

Pemkot Singkawang berdalih bahwa lahan tersebut merupakan aset pemerintah kota. Namun warga bergeming, mengklaim mereka memegang dokumen kepemilikan berupa SPT dan SKT yang sah secara hukum.

Bupati Bengkayang, Sebastianus Darwis, SE., MM., menegaskan bahwa  di wilayah tanah bandara ada tanah milik almarhum Bapa Saya (Yacobus Luna) sehingga para pihak jangan mengklaim sepihak. Ucapnya

“Tanah itu sah milik almarhum ayah saya, Yacobus Luna, dibeli dengan dokumen lengkap sejak tahun 2000. Jangan jadikan tapal batas sebagai alat untuk merampas hak rakyat! Negara ini negara hukum.

Di lapangan, aroma ketegangan semakin pekat. Munjiri, salah seorang warga, dengan suara bergetar menyebut Wali Kota bertindak layaknya “penguasa otoriter” yang mencabut baliho tanpa dasar hukum jelas.

“Kami ini rakyat kecil, bukan perampas tanah! Tanah ini kami kuasai puluhan tahun. Jangan main cabut baliho, seolah-olah kami pengganggu. Padahal tanah ini milik kami, bukan tanah kosong yang bisa seenaknya diklaim,” ujar Munjiri, yang sejak 1997 telah membuka kebun di lahan tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *