Rangkaian acara workshop terbagi menjadi tiga sesi, yaitu sesi pemaparan materi, sesi diskusi, dan sesi simulasi praktik individu serta kelompok. Pada sesi pemaparan materi, para pembicara memberikan pembahasan dengan judul “Interview Hacks! Percaya Diri Saat Wawancara”, “Jangan Cuek Sama Penampilan!” dan “Waspada dan Jitu Pilih Pilah Loker”.
Para pembicara secara khusus menyoroti berbagai bentuk penipuan lowongan kerja, seperti permintaan uang dengan alasan biaya administrasi, wawancara di lokasi fiktif, hingga penyalahgunaan identitas perusahaan.
Sementara para peserta diajak untuk memahami ciri-ciri lowongan palsu dan strategi untuk menghindarinya. Ini menjadi bekal penting bagi mahasiswa dalam menghadapi dunia kerja yang kini tidak hanya kompetitif, tetapi juga penuh risiko penipuan.
Selain membedah fenomena penipuan kerja, workshop ini juga membahas pentingnya soft skill komunikasi dan etika profesional yang menjadi bagian penting dalam menentukan proses rekrutmen.
Materi yang disampaikan mencakup seni berbicara dalam lingkungan kerja, cara menyusun CV dan portofolio yang menarik, serta pentingnya penampilan dan etika berbusana saat melamar pekerjaan.
Salah satu pembicara, Gita Mahyarani menjelaskan bahwa dalam wawancara kerja, keterampilan komunikasi, terutama public speaking sangat diperlukan karena pada dasarnya wawancara merupakan bentuk komunikasi interpersonal yang bersifat meyakinkan dan profesional, sehingga dibutuhkan kemampuan yang baik dalam menyampaikan sesuatu tentang diri sendiri dengan jelas dan efektif.
“Public Speaking merupakan suatu keterampilan dalam menyampaikan pesan secara lisan di hadapan khalayak untuk tujuan informatif, persuasif, maupun hiburan. Karena itu, penting bagi kita untuk bisa menguasai keterampilan ini sebagai bekal menghadapi dunia kerja,” tegas Gita.






