BRWA Exhibition 2025: Mengabadikan Jejak dan Menggerakkan Aksi dalam Perlindungan Masyarakat Adat

 

Pentingnya peta wilayah adat dalam proses perencanaan pembangunan tidak bisa dipandang sebelah mata. “Peta wilayah adat akan menjadi alat penting bagi pemerintah untuk memetakan wilayah yang terpengaruh oleh proyek pembangunan, seperti tambang, perkebunan, atau infrastruktur lainnya. Jika peta wilayah adat dimasukkan dalam perencanaan pembangunan, maka bisa dihindari tumpang tindih dan konflik yang merugikan masyarakat adat,” jelas salah satu pembicara dalam acara tersebut.

 

Penyerahan Peta Wilayah Adat dan Infografis kepada Pemerintah

Sesi berikutnya dalam acara ini adalah penyerahan simbolis peta wilayah adat dan infografis status pengakuan wilayah adat kepada pemerintah. Ini merupakan langkah konkrit BRWA dalam mendorong pengakuan resmi terhadap wilayah adat di Indonesia. “Kami berharap peta yang kami serahkan tidak hanya menjadi simbol, tetapi juga sebagai langkah nyata untuk memperbaiki nasib masyarakat adat ke depannya,” ujar Rukka Sombolinggi.

 

Selain itu, acara ini juga diwarnai dengan pemutaran film Harmoni di Lembah Grime yang dipersembahkan oleh sutradara Dara Bunga Rembulan. Film ini menggambarkan kehidupan masyarakat adat di salah satu wilayah di Indonesia yang berusaha menjaga kelestarian alam dan tradisi mereka meskipun dihadapkan dengan berbagai tantangan pembangunan.

 

Pengumuman Pemenang Lomba Foto

Acara ini ditutup dengan pengumuman pemenang lomba foto yang bertema masyarakat adat dan penyerahan hadiah kepada para pemenang. Lomba ini diadakan sebagai bagian dari upaya untuk mengangkat isu penting terkait masyarakat adat melalui media visual.

 

Harapan untuk Masa Depan Masyarakat Adat

Dengan diselenggarakannya BRWA Exhibition 2025, BRWA berharap bisa semakin memperkuat pengakuan dan perlindungan terhadap hak-hak masyarakat adat di Indonesia. Rangkaian kegiatan ini menunjukkan komitmen kuat dari berbagai pihak untuk mendukung keberlanjutan kehidupan masyarakat adat, termasuk dengan mengintegrasikan peta wilayah adat dalam perencanaan pembangunan negara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *