internasionaldan mengelola berbagai program multi-donor seperti dari USAID, AusAID, EKN,
NIMD, CIDA, Walton and Family Foundation, Packard, Ford Foundation, IUCN, Oxfam, AFD, dll.
5. Illian Deta Sari, Pengacara Publik dan Aktivis Perempuan
Sebagai aktivis perempuan dan juga berprofesi sebagai pengacara publik hampir 10 Tahun lebih.
Melakukan berbagai advokasi dalam isu pemberantasan korupsi, akuntabilitas penyelenggaran
negara (good governance). Juga banyak mendampingi kasus-kasus kekerasan berbasis gender dan
HAM. Aktif juga melakukan advokasi reformasi hukum dan kebijakan yang berperspektif gender.
6. Valentina Sagala, Direktur Institut Perempuan/ Dosen Senior Universitas Jayabaya
INSTITUT PEREMPUAN, berdiri sejak 1998, adalah organisasi perempuan yang memperjuangkan
dan membela hak asasi manusia, khususnya hak asasi perempuan dan anak. Misi INSTITUT
PEREMPUAN adalah memperjuangkan dan membela hak-hak perempuan melalui gerakan .perempuan untuk mewujudkan kehidupan yang berkeadilan, berkesetaraan, dan berkemanusiaan.
INSTITUT PEREMPUAN bertujuan menciptakan dan menjadi bagian dari gerakan perempuan yang
setara dengan gerakan pro-rakyat lainnya dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Awal
berdirinya, program utama INSTITUT PEREMPUAN: kampanye, pendidikan kritis, pendampingan
korban, dan advokasi. Saat ini program: (1) Pendidikan Kritis, (2) Informasi dan Dokumentasi, (3)
Pendampingan dan Pemberdayaan; (4) Advokasi Hukum dan Kebijakan. Website:
7. Uli Pangaribuan, Direktur LBH (Asosiasi Perempuan Untuk Keadilan) APIK Jakarta
LBH APIK Jakarta Dideklarasikan dalam Kongres APIK II (4-6 Juli 2000), sejak tahun 2001 LBH
APIK Jakarta menyatakan diriotonom dan memfokuskan kegiatannya pada wilayah Jakarta, Bogor,






