Heboh Status Narapidana Anggota DPRD Banyuwangi, Aktivis Angkat Suara

Banyuwangi – PorosNusantara.co.id.||  Dibalik prosesi pelantikan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kabupaten Banyuwangi terpilih yang dilaksanakan secara megah di kantor DPRD kabupaten Banyuwangi kemarin, Rabu (21/8/2024),rupanya meninggalkan cerita memalukan yang saat ini santer diberitakan salah satu media online.

Dikutip dari berita media online Kabareskrimpolri.com ternyata ada salah satu anggota DPRD kabupaten Banyuwangi terpilih yang ikut dilantik kemarin pernah terjerat kasus tindak pidana hingga sampai menyandang status narapidana.

Dari pemberitaan tersebut, memunculkan berbagai tanggapan dan komentar soal rekam jejak dari  anggota dewan tersebut. Salah satu komentar yang tidak enak didengar telinga muncul dari aktivis kontroversial M Ropik Azmi.

Menanggapi berita itu, Ropik menganggap kalau syarat untuk rekrutmen menjadi wakil rakyat yang nantinya akan duduk di kursi dewan mewakili rakyat tidak mengedepankan nilai akhlak, moral dan kebaikan diri seseorang akan tetapi lebih mengarah kepada nilai kepentingan.

Padahal status narapidana adalah status yang sangat tidak diinginkan kebanyakan orang, banyak orang menganggap status narapidana dikategorikan status memalukan yang melekat hingga sampai akhir hayat.

“Saya selaku aktivis sebenarnya sangat prihatin dengan keadaan ini, karena setelah Pileg selesai dilaksanakan saya dengar ada salah satu mantan napi yang jadi. Saya sudah menduga sebelumnya kalau cerita miris ini suatu saat akan menjadi bahan berita,” ucapnya di hadapan wartawan Kamis 22 Agustus 2024.

Lebih lanjut Ropik juga mejelaskan kalau dirinya tau persis berita itu diarahkan kepada siapa, karena Ropik juga pernah mendapatkan cerita secara jelas dan gamblang soal status narapidana yang pernah di sandang salah satu anggota DPRD terpilih kabupaten Banyuwangi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *