“Kita kilas balik ke belakang di tahun 2006, saat itu tidak punya guru, guru kita hanya yang punya jam terbang tinggi, oleh karena itu kita butuh pendidikan yang sistematis dan terstruktur, maka kita panggil pelatih dari Koppasus. Koppasus adalah salah satu grup terjun yang berpengalaman dari jaman Pak Prabowo Subianto sampai sekarang. Jadi Pak Prabowo itu dari mudanya sudah membina terjun payung bahkan mereka disekolahkan di luar negeri, beliau-beliau lah yang kita jadikan instruktur di PTP Polri. Selain itu kita jadikan instruktur dari Marinir, saya sendiri lulusan sekolah terjun SESUS Marinir di Surabaya,” terangnya.
Maka guru kami di PTP Polri adalah dari Koppasus dan Marinir, hubungan kita dengan penerjun TNI tetap kita jalin, ada mantan guru kami dari TNI kita ajak gabung, kita ingin PTP Polri itu bukan hanya untuk Polri tapi untuk masyarakat umum. Sekarang PTP Polri sudah memiliki alat yang lebih maju, kita punya simulator terjun payung terbesar dan tercanggih di Asia Tenggara.
“Saya sekarang masih sebagai motivator, penerjun senior juga yang masih terjun di event-event penting dalam dan luar negeri,” pungkas Audie.
(Bersambung)
(Red-JBL)






