Daerah  

Mengaku Petugas Kemenag, Resahkan UMKM Purworejo

Purworejo – porosnusantara.co.id

Pelaku usaha UMKM yang berjualan di bekas terminal Suronegaran mendadak resah karena kedatangan dua pemuda yang mengaku dari Kementrian Agama Purworejo dan bertugas melakukan pendataan sertifikat halal.

“Kami kaget dan ini meresahkan, karena bapak-bapak tadi langsung bertanya mana sertifikat halalnya,” kata Haji Anto (43 th) pemilik Minuman Coklat Nomu, Sabtu (13/7) sore tadi.

Selain mempertanyakan sertifikat halal, kata Haji Anto, dua orang tersebut juga meminta untuk memajang fotokopi sertifikat tersebut di lapak jualan.

“Segera di fotokopi dan jika tidak memiliki kalau ada operasi dendanya 2 Miliar,” ujar Haji Anto menirukan oknum tersebut.

Haji Anto yang juga pemilik Bolen Pia Purworejo mengaku terkejut karena selama ini jika ada kegiatan mengenai produk-produk UMKM selalu bersifat kolektif.

“Ini aneh, bahkan dua orang tersebut terkesan mengintimidasi pedagang yang sore ini berjualan di sini. Dia mengatakan kalau tidak percaya silakan mengecek di KUA Dekat Masjid Agung Purworejo,” ungkapnya.

Muncul keanehan, kata Haji Anto, karena di awal mengatakan dari kementrian Agama Purworejo setelah ditanya kemudian menjawab dari KUA.

“Saya tanyakan ada gak surat tugasnya, dia menjawab surat tugas bisa dipalsukan. Tapi kalau id card tidak,” katanya sambil tersenyum.

Disamping minuman coklat Nomu dan beberapa pedagang yang berjejer di bekas terminal Purworejo itu kata Haji Anto, semua didatangi dan kalimatnya selalu sama.

“Mereka mengaku dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan menggunakan sepeda motor plat AB,” katanya.

Sementara itu, poros nusantara melakukan konfirmasi ke Kementrian Agama Kabupaten Purworejo menyatakan tidak menugaskan siapapun untuk melakukan pekerjaan lapangan tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *