Di samping itu, mengingat proses pengolahan minyak mentah menjadi produk BBM yang dapat dinikmati oleh masyarakat memiliki risiko yang tinggi, Eman mengimbau agar Kilang Kasim selalu mengutamakan prinsip Health, Safety, Security, and Environment (HSSE).
“Kilang Kasim saat ini sedang turn-around, seluruh pekerjaan di dalamnya diharapkan tetap mengutamakan aspek kesehatan dan keselamatan bagi para pekerja serta tidak lupa untuk tetap menjaga kelestarian lingkungan,” imbuh Eman.
Dibangun pada tahun 1995 dan mulai beroperasi tahun 1997, Kilang Pertamina Kasim dikenal sebagai satu-satunya kilang yang berada di wilayah timur Indonesia dengan produksi utama dalam pengolahan BBM berupa produk minyak Solar dan Pertalite.
Beberapa pencapaian terlihat diraih oleh RU VII Kasim, antara lain pencapaian Proper Emas pada tahun 2021, 2022, 2023. Pencapaian ini diharapkan tetap terjaga dengan baik.
Pada kesempatan yang sama, General Manager Kilang Pertamina International RU VII Kasim Yodia Handhi Prambara menjelaskan, pihaknya terus menjaga produksi BBM di kilang untuk mengamankan suplai BBM, khususnya di area Papua dan Maluku.
“Tentu kami membutuhkan kolaborasi dengan BPH Migas dan PT Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku agar produk BBM yang kami olah dapat dinikmati oleh masyarakat di wilayah timur,” ucapnya.
Dalam kunjungan lapangan, turut mendampingi Direktur BBM BPH Migas Sentot Harijady BTP, Executive General Manager PT Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku Sunardi, Senior Manager Commercial PT KPI Zakaria Fitri, serta Communication & SR PT KPI Asmaul Husna.
Red






