Peresmian Dihadiri Duo Amran, MUI Wajo Tempati Gedung Kantor Sementara

Amran Mahmud berharap, MUI sebagai wadah seluruh ulama untuk senantiasa terus membantu dalam memberikan pencerahan kepada umat. Termasuk mengawal program Gerakan Masjid Cantik (Gemantik) dan memberikan lisensi halal di tiap produk produk lokal yang ke depan akan makin berkembang melalui program mencetak 10 ribu entrepreuner.

“Mudah-mudahan ini bisa bersinergi dan berkolaborasi sehingga niat untuk memajukan daerah dan generasi kita bisa terlindungi dan terayomi melalui MUI,” tuturnya.

Termasuk, tambah Amran Mahmud, masyarakat merasa aman untuk mengonsumsi dan membeli produk yang memang sudah divestasi MUI melalui lisensi halal.

“Tentu masih banyak lagi tugas tugas berat yang kita hadapi menghadapi perubahan era yang lebih cepat. Memudahkan ini terus dijadikan wadah yang baik untuk kita berkolaborasi,” harap Amran Mahmud.

Sementara, Ketua MUI Wajo, A.G. Muhammad Yunus Pasanreseng Andi Padi, dalam sambutannya mengungkapkan bahwa kehadiran kantor MUI di Wajo merupakan inisiasi pemerintah daerah dalam hal ini Bupati dan Wakil Bupati Wajo.

“Sehingga wujud dan peran beliau berdua, ini patut kita syukuri. Mudah-mudahan apa yang dilaksanakan dengan niat ibadah, bermanfaat bagi MUI yang menjadi payung dan pengayom kehidupan beragama di tengah masyarakat umat muslim di Wajo khususnya dan di Sulsel pada umumnya,” harapnya.

Kegiatan ini turut dihadiri legislator DPRD Wajo, Kepala Kantor Kemenag Wajo, Muhammad Yunus, Ketua MUI Wajo, A.G. Muhammad Yunus Pasanreseng Andi Padi, Ketua Dewan Pertimbangan MUI Wajo sekaligus Ketua Umum Pengurus Pusat PP As’adiyah, A.G. K.H. Muhammad Sagena, para alim ulama, pengurus MUI, serta undangan lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *