
“Standar kurikulum untuk Diploma 3 sebanyak 108 SKS, namun di Politeknik PU dibekali dengan 117 SKS. Dengan demikian, peserta didik tidak hanya belajar pengetahuan dasar, dan keterampilan umum saja. Tetapi juga keterampilan khusus, dan sikap. Hal ini seiring dengan visi kami untuk menjadikan Politeknik PU sebagai center for vocational education, khususnya dalam bidang konstruksi di Indonesia,” terang Indratmo.
Sekretaris Jenderal Kementerian PUPR Mohammad Zainal Fatah yang juga hadir dan menyampaikan sambutan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, turut mengucapkan selamat kepada para wisudawan serta meyakini kesiapan mereka untuk bersaing dalam dunia kerja. Sebab, para wisudawan telah melalui masa magang di BUMN Karya bidang konstruksi selama 6 bulan dan memperoleh apresiasi atas performa magangnya.
“Saya yakin apa yang kalian peroleh dari Politeknik Pekerjaan Umum menjadi bekal cukup untuk bersaing di dunia kerja, karena kurikulum Politeknik PU sesuai dengan komposisi konsep pendidikan 3H yaitu Head, cerdas dalam berfikir dan mengambil keputusan dengan penguasaan ilmu. Lalu Hand, terampil melakukan kegiatan yang dibutuhkan di lapangan. Serta Heart, punya attitude yang terpuji, integritas, adaptif, inovatif, dan agility yang tinggi,” ungkap Zainal Fatah.
“Bertambah kebahagiaan saya, karena ternyata tempat magang mahasiswa di BUMN Karya juga merekrut para alumni Politeknik PU untuk menjadi bagian dari ekosistem pegawai dari BUMN Karya yang akan mendapatkan tugas-tugas pembangunan nasional,” tambah Zainal Fatah.
Mengacu pada Permenbudristek No 6 Tahun 2022 yang mensyaratkan bahwa perguruan tinggi tidak hanya menerbitkan ijazah, melainkan juga Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI), Politeknik PU juga menerbitkan 4 sertifikat kompetensi bagi para wisudawan, yaitu sebagai Juru Ukur, Juru Gambar, Petugas Keselamatan Kerja Konstruksi, dan Pelaksana Lapangan Pekerjaan Gedung/Jalan/ Saluran Irigasi.






