Pada tanggal 31 Maret tahun 2020 Presiden Joko Widodo memutuskan menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) guna menghentikan penyebaran wabah COVID-19. Penerapan PSBB terbukti cukup berhasil menurunkan tingkat penyebaran COVID-19 di beberapa daerah, manfaat PSBB juga dibarengi dengan munculnya dampak ikutan berupa terganggunya perputaran roda ekonomi. Penerapan protokol kesehatan berupa physical distancing (menjaga jarak) membuat kegiatan ekonomi baik proses produksi, distribusi, dan konsumsi mengalami pembatasan, Kondisi ini menyebabkan ketersediaan, akses, utilisasi dan stabilitas bahan pangan masyarakat terganggu. Apabila terjadi berkepanjangan, situasi ini akan membahayakan ketahanan pangan masyarakat dan dalam jangka Panjang dikhawatirkan akan berdampak negatif terhadap situasi ekonomi, politik, dan keamanan nasional. Menyikapi situasi tersebut Presiden Joko Widodo menugaskan Kementerian Pertahanan untuk menjadi leading sector dalam memperkuat cadangan pangan nasional melalui program Food Estate.
Program Food Estate ini dibuat untuk mengantisipasi krisis pangan seperti prediksi Badan Pangan Dunia (FAO) dengan menjadikannya sebagai pusat pertanian pangan untuk cadangan logistik strategis bagi pertahanan negara. Food Estate sudah merupakan salah satu Program Strategis Nasional 2020-2024 yang bertujuan membangun lumbung pangan nasional. Nantinya, Food Estate akan menjadi upaya pemerintah RI untuk mengantisipasi ancaman krisis pangan sebagai dampak pandemi COVID-19.
Pada tahun 1995 Food Estate pertama kali dilaksanakan di Kalimantan Tengah dengan mengalokasikan tanah seluas 1. 457.100 hektar lahan gambut yang dibagi menjadi lima daerah kerja, namun hanya berhasil dibuka 31. 000 Ha yang ditempati oleh 13.000 keluarga transmigran, areal 17.000 hektare kemudian juga dibuka namun belum ditempati sama sekali dan tersisa 1. 409.150 hektare yang tidak digunakan, Food Estate juga dibangun di Bulungan, Kalimantan Utara pada tahun 2012 diatas lahan seluas 298.221 Ha, namun hanya berhasil membuka 1.024 hektare dan hanya 5 hektare yang kemudian ditanami.






