Oleh sebab itu, negara tetangga Indonesia yang merupakan Malaysia memberikan perhatian untuk produk alusista Indonesia, salah satunya merupakan Panser Anoa.
Perhatian tersebut pertama kali muncul pada tahun 2009 silam melalui laporan Zonajakarta.com
“Tadi malam ada pertanyaan mendesak dari Malaysia, katanya ada pembatasan kuota ekspor produksi alutsista Indonesia dari pihak Indonesia. Saya pikir tidak ada pembatasan. Saya coba cek itu,” kata Menteri Pertahanan (Menhan) Indonesia yang pada saat itu ialah Purnomo Yusgiantoro melalui kutipan Zonajakarta.com.
Panser Anoa sendiri merupakan APC (Armoured Personnel Carrier) yang memiliki keunggulan dalam mobilitas, proteksi serta daya angkut. Selain itu, APC yang di inginkan Malaysia mempunyai patokan harga yang sangat murah di kisarannya pada 2009 silam, jika di bandingkan dengan buatan prancis yang mematok harga Rp. 10 miliar Indonesia sendiri memiliki harga dari setengahnya yaitu Rp 5,5 miliar.
(Red)






