Penutupan Orientasi CPNS Kementerian PUPR Formasi 2021, Menteri Basuki Tekankan Pembentukan Karakter Menjadi Insan PUPR

Jakarta – Porosnusantara.co.id || Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menaruh perhatian besar terhadap pembentukan karakter para Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kementerian PUPR agar memiliki budaya kerja Insan PUPR dengan beroirientasi pada misi, team work, dan profesional. Diharapkan dalam melaksanakan tugas pembangunan infrastruktur nantinya, para CPNS Kementerian PUPR mampu mengamalkan nilai-nilai integritas, profesionalisme, bekerja keras, bergerak cepat, bertindak tepat, dan berjiwa seni serta dilengkapi dengan etika akhlakul karimah.

“Pertama kali, saudara-saudara sekalian harus bersyukur dapat diterima di Kementerian PUPR. Bersyukurlah dengan kerja yang lebih baik dan niatkan dengan ikhlas,” kata Menteri Basuki dalam acara penutupan kegiatan Orientasi Calon Pegawai Negeri Sipil Kementerian PUPR Formasi 2021 di Auditorium Kementerian PUPR, Kamis (31/3/2022).

Menurut Menteri Basuki, pegawai yang memiliki integritas akan memiliki jiwa yang berani, pegawai yang berkompeten akan memiliki jiwa kuat. Karakter tersebut perlu dilengkapi dengan memiliki jiwa seni dalam menjalan amanah pembangunan infrastruktur. “Tidak cukup hanya berfikir pintar tapi saudara juga harus punya akhlakul kharimah dalam team. Kehadiran saudara harus memberikan rasa nyaman, aman dan bermanfaat bagi orang lain, terutama dalam tim nya sehingga tidak ada satu orang pun bisa mengklaim pekerjaan infrastruktur ini dengan hasil kerjanya sendiri,” ujar Menteri Basuki.

Menteri Basuki menambahkan ke depannya mungkin para CPNS Kementerian PUPR dalam bekerja di lapangan akan mendapat ujian antara realita dan integritas. Untuk itu, Menteri Basuki berpesan agar memegang prinsip 4 big no’s yakni no bribery, no kick back, no gift dan no luxurious lifestyle. “Kerja di PUPR itu dekat dengan surga dan tidak jauh dengan neraka. Kita membangun infrastruktur air di daerah kering, membantu bencana alam, tetapi godaannya juga cukup besar,” tutur Menteri Basuki.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *