Jenguk Balita Hidrosefalus, Bupati Wajo Langsung Koordinasi ke Dokter Ahli di Makassar untuk Penanganan

“Kepada Kepala Dinas Kesehatan, Camat, dan Kepala UPTD Puskesmas Sabbangparu serta Lurah Sompe untuk terus memantau perkembangan kondisi dari Bilqis,” ucapnya.

Ketua IKA Uniprima Sengkang ini juga berharap kepada seluruh camat, kepala desa, dan lurah agar aktif memantau kondisi warganya. “Jika ada yang memang membutuhkan bantuan, kita upayakan bantu atau komunikasikan dengan OPD terkait di tingkat kabupaten,” harapnya.

Amran Mahmud pun menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang selama ini telah membantu keluarga Bilqis. “Semoga segala yang kita lakukan mendapatkan balasan terbaik dari Allah subhanahu wa taala,” ucapnya.

Terkait keluarga Ahmad Yani belum terdaftar di DTKS sehingga belum terpilih sebagai penerima bantuan sosial, Kepala Dinas Sosial P2KBP3A Kab. Wajo, Ahmad Jahran menjelaskan bahwa salah satu alasannya karena data kependudukan yang bersangkutan belum update. Yang bersangkutan pernah meninggalkan daerah atau merantau.

“Kita sementara koordinasikan dengan Dinas Dukcapil untuk dibantu update datanya. Untuk pengusulan DTKS nya sendiri sudah dilakukan sejak tahun 2021 lalu, cuma belum ada verifikasi dari Pusdatin Kemensos RI. Tetapi ini kita akan terus upayakan sebagaimana instruksi Bapak Bupati, termasuk pengaktifan BPJS Revi dan Bilqis,” ucapnya.

Pada kesempatan ini, Amran Mahmud menyerahkan santunan pribadi kepada keluarga Bilqis, disusul penyerahan paket dan santunan oleh Ketua Lazismu Wajo, Sulaiman Nyampa, dan Wakil Ketua Baznas Wajo, Andi Abdillah.

Sebelumnya, Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial P2KBP3A sudah menyerahkan bantuan juga ada santunan dari para donatur lainnya. (Dahliah).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *