Urban farming Jakarta Utara Kembali Panen Melon Varietas Unggul

 
 

Ali juga berharap dengan gerakan urban farming ini keasrian lingkungan terjaga dengan baik karena hakikat tanaman yang tumbuh mampu memproduksi oksigen yang diperlukan makhluk hidup.

Termasuk dapat mengurangi polusi udara dan terpenting menjadikan urban farming sebagai solusi dalam daur ulang sampah organik sebagai pupuk maupun anorganik seperti botol galon plastik yang dapat dijadikan sebagai pot.

 

“Urban farming ini solusi bagi kita masyarakat di Jakarta yang memiliki lahan sempit untuk bisa menanam tanaman. Bisa di lahan mendatar ataupun rooftop seperti di sini,” jelasnya.

Manajer Pengelola Apartemen Gading Nias, Evi Karlina menyebut lima belas melon dipanen sejak ditanam pada Desember 2021 lalu.

Sukses di satu tower, Evi merencanakan membuka kembali lokasi urban farming di lima tower lainnya.

“Yang mengelola tentunya selain pengelola apartemen juga ada pengurus RT/RW, PKK dan lain sebagainya,” tutup Evi.

(Ari Kurniawan)

 
 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *