Porosnusantara.co.id – KARAWANG | Pelaksanaan program Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW) di Kampung Lamaran, Desa Solokan, Kecamatan Pakisjaya, Kabupaten Karawang kamis (22/10/2026) menjadi sorotan masyarakat.
Pasalnya, hasil pengecoran beton yang baru saja dikerjakan beberapa hari dilaporkan telah mengalami retak rambut, memicu kekhawatiran warga terhadap kualitas dan ketahanan bangunan tersebut.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kegiatan PISEW tersebut bersumber dari anggaran Bantuan Pemerintah Masyarakat (BPM) sebesar Rp500 juta, dengan ketentuan Biaya Operasional (BOP) maksimal 5 persen dari anggaran sesuai ketentuan program yang berlaku. Pelaksanaan kegiatan dilakukan oleh Kelompok Masyarakat Kerja Sama Antar Desa (POKMAS KAD) Srijaya.
Munculnya retakan pada permukaan beton yang masih relatif baru menimbulkan pertanyaan di kalangan masyarakat terkait kualitas hasil pekerjaan dan kesesuaiannya dengan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan. Kondisi ini dinilai perlu mendapat perhatian serius agar tidak berdampak pada keawetan infrastruktur serta manfaat yang diterima masyarakat setempat.
“Pengecoran baru beberapa hari, kok sudah retak rambut. Kami berharap pihak terkait supaya melihat langsung ke lokasinya. Kalau seperti ini, tidak akan bertahan lama, Pak.” — ungkap Pak Darto warga sekitar yang membenarkan kondisi di lapangan.
Meski demikian, penyebab pasti munculnya retakan belum dapat dipastikan hanya melalui pengamatan visual semata. Diperlukan pemeriksaan teknis secara langsung oleh pihak yang berkompeten untuk mengetahui apakah retakan tersebut masih dalam batas yang dapat ditoleransi atau mengindikasikan adanya persoalan serius dalam proses pelaksanaan konstruksi.







