Bogor Jawa Barat – Porosnusantara.co.id Ditemui di sela-sela tugasnya Wilan Ditjen Bina Marga dari Balai Besar Jalan Nasional (BPPJN) Wilayah DKI Jakarta – Bogor.
Jalan yang dilewati merupakan masuk dalam Satker 5.3 Jawa Barat dengan panjang 21.78 km sampai puncak dari Ciawi.
Ada tiga titik macet yang pertama titik macet di Gadog, kedua di Megamendung dan ketiga Cisarua Kondisi ini terjadi setiap hari dan Di weekend terjadi kemacetan parah sudah nyambung titik nyambungnya, sudah ada pelebaran jalan ada 92 km lahan yang tersedia bisa dilebarkan. Di rest akan ada under pass. Yang sudah didiskusikan dengan Dirjen Perhubungan Darat dan Pemda Bogor urai kemacetan di simpang Ciawi. Kebijakan kendaraan ganjil genap juga diterapkan untuk mengurai kemacetan
Yang sudah dilebarkan perlu kolaborasi anggaran dan masyarakat yang belum mau melepas lahannya.
Kalau dilebarkan pasti biaya mahal. Jadi konsen di 3 titik kemacetan. Alternatif lain bukan kebijakan balai. Harus ada kajian dari pusat.
8.700 M2 lahan yang harus dibebaskan di area kanan dan kiri. Prediksinya akan ada titik konflik baru. Sudah direncanakan dan dijustifikasi setelah ada lahan yang tidak terlalu panjang.
Arahan Menteri jika bebaskan lahan 2023 juga terkebdala anggaran secara nasional.
Pemkab Bogor juga terkait masalah anggaran tetapi respons positif,Terkait master plan sudah disiapkan dengan kolaborasi dengan PUPRndan Pemkab Bogor dan PTPN VIII.
Penataan PKL di sepanjang jalan karena memanfaatkan ruang,PKL di sepanjang jalan akan diatur 500 kios yang dibangun Pemkab Bogor, parkir oleh Bina Marga.
Posko bencana juga disiapkan karena sering terjadi longsor. Ada fasilitas menara pandang dan parkir dengan fasilitas toilet dan sarana air dan limbah yang dikerjakan Pemkab Bogor






