jakarta. porosnusantara.co.id – Para Inisiator dan Pendiri Partai Buruh yang didirikan oleh Tokoh Buruh Indonesia Muchtar Pakpahan merespons soal berdirinya kembali Partai Buruh yang digalang oleh Presiden KSPI Said Iqbal dkk. Mereka kompak mengatakan seharusnya para Insiator dan Pendiri Partai Buruh bentukan Muchtar Pakpahan dkk diundang karena masih memiliki ikatan sejarah sebagai Pengurus Partai Buruh sebelumnya.
“Lazimnya dalam kongres mengundang para Inisiator dan Pendiri Partai Buruh, orang yang membesarkan partai, yang mendirikan partai seharusnya diundang,” kata salah satu Pendiri Partai Buruh nya Muchtar Pakpahan, Seno Adji saat menggelar jumpa pers di Jakarta, Senin (18/10/2021).
Kepada wartawan yang hadir dalam jumpa pers tersebut, Seno menegaskan perjuangan buruh di Indonesia tidak dapat dilepaskan dari nama Muchtar Pakpahan sebagai Pendiri Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (K-SBSI) dan Partai Buruh Sosial Demokrat yang dilanjutkan menjadi Partai Buruh.
“Kami ingin menyampaikan informasi yang benar kepada semua pihak tentang sejarah terbentuknya Partai Buruh yang didirikan oleh aktivis buruh SBSI,” sambung Seno yang dulunya adalah Sekjen pertama Partai Buruh.
Menurut Seno, para Pendiri Partai Buruh adalah perorangan yang tidak hanya berasal dari (K) SBSI, tetapi saat almarhum Muchtar Pakpahan masih hidup, penyebutan (K) SBSI sebagai Pendiri dapat diterima oleh semua Pendiri Partai Buruh bahkan semua pihak karena memang nama almarhum sangat identik dengan (K) SBSI dan Partai Buruh.
“Setelah Muchtar Pakpahan meninggal dunia, Pendiri Partai Buruh harusnya kembali dimaknai sebagai 55 orang Pendiri Partai Buruh menjadi 69 orang ditambah personil PBSD yang juga dianggap mendirikan Partai Buruh sesuai Akta Pendirian Partai Buruh. Sehingga tidak ada seorangpun yang layak mengaku sebagai Pendiri Tunggal Partai Buruh atau mengaku sebagai Dewan Pendiri Partai Buruh. Oleh karena itu sekali lagi kami tegaskan bahwa (K) SBSI bersama dengan sebagian besar para Pendiri Partai Buruh, dan (K) SBSI menyatakan tidak memiliki keterlibatan apapun dengan Partai Buruh yang saat ini ramai diperbincangkan,” papar Seno.






