Mengenal Sosok Aiptu Jakaria, Polisi yang Ditakuti Preman Jakarta

Porosnusantara.co.id – Jakarta, Siapa yang tidak mengenal Aiptu Jakaria atau biasa disapa Bang Jack alias Jacklyn Choppers.

Sosok polisi nyentrik itu sudah banyak mengungkap kasus kejahatan kelas atas.

Sebut saja penjahat kelas kakap, seperti John Kei dan Hercules.
Dirinya tak pernah takut dengan pelaku kejahatan. Katanya tak pernah ada kesan mengerikan saat menangkap mereka.

Polisi kelahiran Februari 1975 ini memiliki nama asli Jakaria.

Lantaran hobinya terhadap motor custom, dia sering dijuluki sebagai Jacklyn Choppers.
Jacklyn lulus dari sekolah kepolisian pada tahun 1996. Sejak saat itu ia langsung aktif sebagai abdi bhayangkara.

BACA JUGA  Implikasi Putusan MK Terhadap Desain Sistem Pemilu Serentak yang Konstitusional

Perjalanan kariernya sebagai polisi diawali saat bertugas di Polres Metro Jakarta Pusat.

Selama 23 tahun berkiprah menjadi polisi banyak pengalaman unik yang pernah dialami.
Jacklyn pernah jadi sasaran amuk 40 orang. Ketika itu, dirinya hendak menolong rekannya sesama anggota krimsus yang menangani kasus perjudian.

Bukan hanya diamuk 40 orang, ia juga bisa bertahan hidup saat tubuhnya dihujani 12 peluru.

Peristiwa itu terjadi pada 2006 lalu, saat ia dan tim melakukan pengejaran pelaku perampokan mesin ATM Rp 2,8 miliar di Cawang, Jakarta Timur.

Ia dan timnya melakukan pengejaran hingga ke Bandung untuk menangkap si pelaku utama. Disana terjadi baku tembak di dalam mobil.
Akhirnya kena 12 peluru, 2 di bagian jantung, 1 dekat ulu hati, 2 di dekat lambung sebelah kiri, 2 lagi di sebelah kanan, ini 1, terus 3 di lengan kiri.

BACA JUGA  KPU SAWAHLUNTO SELENGGARAKAN GERAKAN SADAR PEMILIHAN SERENTAK TAHUN 2018

Polisi sempat menyarankannya untuk amputasi. Namun, Jacklyn memilih bertahan dengan keadaannya.

Bahkan ia juga sengaja mentato beberapa bagian tubuhnya untuk menutupi luka bekas tembak.

Kini dia merupakan anggota Subdit IV Jatanras (Kejahatan dan Kekerasan) Ditreskrimum Polda Metro Jaya
Lelaki yang dibesarkan di wilayah Tasikmalaya ini mengaku sudah dua kali menangkap John Kei, pertama di kasus pembunuhan Tan Harry Tantono alias Ayung (45) pada 2012 silam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *