Khairul.Saleh Akui Tanda tangannya Dipalsukan Mafia Tambang Kalsel

Porosnusantara.co.id  – JAKARTA — Terbongkarnya praktik sindikat tambang bodong di Kalimantan Selatan (Kalsel) berujung pada dugaan kebocoran di Kementerian ESDM. Tercatat sedikitnya 20 perusahaan bodong bebas meraup hasil tambang yang cukup gemilang. Bahkan tak tanggung-tanggung, tanda tangan Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Pangeran Khairul Saleh dipalsukan oleh sindikat tambang Kalsel. Ia mendesak Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menangkap sindikat tersebut.

Khaerul membeberkan hal tersebut dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) di kompleks DPR, Rabu (16/6/2021) lalu. Dalam rapat tersebut, anggota DPR asal daerah pilih Kalsel itu, menyoroti soal adanya 20 Izin Usaha Pertambangan (IUP) palsu di wilayahnya yang diterbitkan oleh Kementerian Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

BACA JUGA  Berkat Modal Anggota, KSP Senyum Lestari Berkembang

Khairul juga mengungkap ada 3 IUP dari 20 IUP tersebut telah mencatut namanya sebagai pemberi izin atas nama Bupati Banjar pada tahun 2014. Sebelum jadi anggota DPR. “Itu namanya pemalsuan tandatangan saya dan tidak dibenarkan dalam hukum di Indonesia. Saya mendesak Kapolri segera usut tuntas sindikat tambang yang dengan sengaja melakukan tindak pidana pemalsuan,” tegas Khairul.

BACA JUGA  Pemprov DKI akan Merelokasi PKL di Trotoar ke Tempat yang Bagus dan Aman

Khairul memang pernah menjabat sebagai Bupati Banjar selama dua periode sejak tahun 2005 hingga 2015, namun dalam amanah tugasnya sebagai Bupati, dia mengatakan tidak pernah melakukan izin perusahaan bodong, apalagi disituh ada tanda tangannya.

“Beberapa waktu lalu di Kalimantan Selatan ada ribut-ribut terkait terbitnya 20 IUP oleh Kementerian ESDM, dan 20 IUP ini juga pernah disidik pihak Bareskrim. Tapi, sampai sekarang masyarakat kami belum mengetahui sampai di mana penyidikan ini,” kata Khairul dalam keterangan pers yang diterima wartawan, Kamis (17/6/2021).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *