Berdasarkan hasil temuan dari wawancara rekaman serta data-data dari beberapa awak Media, Team anggota DPD PWRI Provinsi DKI Jakarta langsung mengadakan Investigasi ke berbagai narasumber para Wali Murid dan Siswa yang telah menceritakan proses Pungutan Dana bahwa para murid SMK YAPIMDA 1 di kenakan biaya sebesar Rp.2.800.000,- yang tertera didalam Kwitansi yang di terima oleh para Wali Murid.
Karena di Kwitansi itu sendiri di jelas kan untuk biaya kegiatan Akhir Tahun dan tidak di jelaskan perincian peruntukan yang ada.
Sedangkan dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan untuk Ujian Nasional (UN) itu sendiri tidak di selengarakan di sekolah melainkan Sistem Daring (Sistem belajar melalui Online Internet antara Guru pendidik dan Siswa) dikarenakan wabah covid-19.
Sedangkan dari Para Wali Murid menanyakan rincian uang tersebut sampai akhir kelulusan dan penerimaan ijazah angkatan 12,Tahun ajaran 2019-2020 tidak mendapat kan kabar untuk apa saja anggaran yang di pungut oleh pihak sekolah dan di pergunakan untuk apa saja. “Ungkap beberapa Wali Murid.
Sebenarnya beberapa para Wali Murid sudah berusaha mendatangi Sekolahan SMK YAPIMDA 1 dan menanyakan hal perincian uang tersebut, tetapi mendapat kan jawaban dari pihak sekolah yang tidak jelas, sampai di minta rincian nya saja mereka pihak sekolah tidak memberikan nya dengan alasan ini itu dan lain-lain.
Saat di konfirmasi oleh awak Media, Ketua DPD PWRI Provinsi DKI Jakarta, Rochman Endy Sasmita mengatakan, ” DPD PWRI (Persatuan Wartawan Republik Indonesia) Provinsi DKI Jakarta sudah memberikan Surat Audensi untuk menjembatani temuan beberapa awak Media atas laporan dari perwakilan para Wali Murid untuk segera di lakukan mediasi dengan pihak Yayasan Perguruan Islam SMK YAPIMDA 1 agar bisa menjelaskan dan memberikan Klarifikasi terhadap keluhan para Wali Murid terkait Pungutan Dana Kegiatan akhir tahun, Sedangkan dari Wali Murid meminta uang tersebut bisa di kembali kan, itu yang saya tangkap dari laporan Team Investigasi di lapangan, karena para Wali Murid minta nya seperti itu.







SMK bina industri di cikarang juga bayar BAT 2.5 juta, kemaren diedarin suratnya, diminta rincian dirinci tapi nggak ditulis nominal rinciannya berapa2 utk masing2 rinciannya tau tau total 2.5juta