Pertama pahami sejarah Kementerian Agama serta regulasi tugas dan fungsi Kementerian ini dalam konteks relasi agama dan negara.
Kedua jaga idealisme kejujuran integritas dan budaya kerja Kementerian Agama di tengah arus kehidupan yang serba materialistis, selaraskan antara kata dan perbuatan, sesuaikan tindakan dengan sumpah jabatan.
Ketiga tanamkan selalu bahwa bekerja adalah ibadah dan melayani masyarakat adalah sebuah kemuliaan.
Keempat perkuat ekosistem pembangunan bidang agama antar sektor dan antar pemangku kepentingan, baik sesama instansi institusi pemerintah, tokoh agama, organisasi keagamaan dan segenap elemen masyarakat.
Kelima Rangkul semua golongan dan potensi umat dalam semangat kebersamaan kerukunan persatuan dan moderasi beragama sejalan dengan falsafah Pancasila mempersatukan bangsa Walau beda ras etnik kayaknya agama dan golongan.
Keenam implementasikan visi dan misi Pemerintah ke dalam program kerja Kementerian Agama di semua unit kerja pusat, daerah dan perguruan tinggi keagamaan.
“Perkenankan saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh mitra kerja Kementerian Agama terutama DPR RI dan DPD RI, BPK Kementerian, lembaga pemerintah, non-kementerian para Gubernur dan Bupati Walikota se-indonesia,” kata Dr. H. Amran Mahmud, S.Sos., M.Si.
“Juga kepada Majelis-majelis agama, organisasi kemasyarakatan, lembaga dakwah serta rekan-rekan media atas dukungan dan kerjasamanya membantu kelancaran tugas dan program Kementerian Agama, utamanya tentu tidak lupa saya ucapkan terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada seluruh aparatur Kementerian Agama baik yang masih aktif maupun yang telah purna Bakti atas segala dedikasi dan pengabdiannya,” Bupati Wajo menambahkan.






