“Kemudian kita akan mengkurasi lagi menjadi 100 untuk kita lakukan booth camp dan kemudian produk atau bisnisnya kita pertemukan dengan value atau produk yang sejalan dengan ‘national interest’,” katanya.
Selanjutnya dari booth camp diharapkan para start up itu bisa memproduksi 1 juta produk dengan value yang menonjolkan keunggulan kuliner Indonesia.
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menyatakan apresiasi yang tinggi dan berminat untuk berkolaborasi lebih lanjut dalam upaya mengakselerasi food start up Indonesia.
“Apa yang mereka rancang ternyata sejalan dengan apa yang sudah kami rencanakan untuk mendorong UKM di bidang kuliner semakin berkembang dan brand-brand lokal semakin populer dan disukai pasar,” kata Teten.
Ultra dan sejumlah perusahaan lain sebagai salah satu perusahaan inkubator bagi start up kuliner bahkan telah menyiapkan modul dan langkah-langkah konkret termasuk memiliki data base yang akan mendukung sukses program Kementerian Koperasi dan UKM. (Mr)






