Poros Nusantara, Banjarbaru – Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) selaku koordinator Gugus Gerakan Indonesia Melayani mendirikan pameran bersama empat instansi lainnya dalam kegiatan Pekan Kerja Nyata Revolusi Mental (PKNRM) 2019. Pameran yang didirikan sebagai wujud pelayanan publik mendapat apresiasi dari masyarakat.
Salah satu pengunjung stan, Chayatul Maqi (21) mengatakan bahwa pameran ini cukup informatif karena menambah wawasannya mengenai pelayanan publik, mulai dari dasar hukum hingga penyelesaian maladministrasi dalam pelayanan publik. “Cukup lengkap, sangat membantu saya untuk memahami peran-peran tiap instansi,” ujarnya, di stan pameran Kementerian PANRB, Banjarbaru, Jumat (20/09).
Kementerian PANRB mendirikan stan itu bersama dengan empat instansi lain, yakni Ombudsman RI, Badan Kepegawaian Negara (BKN), Lembaga Administrasi Negara (LAN), dan Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN). Keempatnya dipilih karena memiliki peran dalam penyelengaraan pelayanan publik di Indonesia.
Chayatul juga mengikuti simulasi Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) CPNS dengan sistem Computer Assisted Test (CAT). Diakui soal-soal yang ditampilkan cukup menantang. Di sisi lain, aplikasi yang digunakan sangat interaktif sehingga ia mampu menjawab soal dengan mudah hanya dengan sekali klik.
Selain memberikan sosialisasi, setiap instansi membuka layanan konsultasi untuk menjawab pertanyaan terkait pelayanan publik dan kepegawaian. Pengunjung dapat menyampaikan pengalaman atau kendala berkaitan dengan pelayanan publik dan kepegawaian sehingga langkah penyelesaiannya dapat didiskusikan dalam pameran ini.
Senada dengan Chayatul, Pandianor (40) seorang pegawai swasta asal Banjarbaru yang juga hadir sebagai pengunjung mengapresiasi kehadiran pameran Indonesia Melayani. Namun, ia berharap kehadiran pemerintah dalam pelayanan publik dijalankan secara konsisten dan menjangkau berbagai lapisan masyarakat dengan memanfaatkan media sosial. “Terus tingkatkan pelayanan publik bagi masyarakat. Masyarakat yang mampu, mandiri, dan mudah mendapat informasi. Berikan gambaran bagi masyarakat yang kurang mampu misalnya lewat YouTube atau media sosial,” pungkasnya.






