FORUM TITIK TEMU “Kerja Sama Multikultural untuk Persatuan dan Keadilan”

 

Poros Nusantara – Indonesia pasca-21 tahun reformasi masih memiliki pekerjaan rumah sangat besar. Sebagai sebuah bangsa yang plural, kita nampak begitu rentan saat ini. Fragmentasi sosial kelihatan semakin memburuk. Kohesivitas sosial dan ikatan kekerabatan tidak teruji manakala berhadapan dengan perbedaan pandangan politik dan keyakinan keagamaan. Masyarakat di akar rumput sibuk mencari kelemahan dan keburukan yang lain, sementara para elit politik begitu masygul memburu jabatan dan posisi di lembaga pemerintahan.

Tentu ini bukan hendak menunjukkan pesimisme kala menghadapi ironi bangsa saat ini, melainkan tantangan bagi anak-anak terbaik bangsa ini untuk mencari jalan keluar bagi saudara-saudara sebangsa agar Optimis memandang masa depan bersama. .

Kita yakin betul bahwa Indonesia tidak kekurangan tokoh bangsa yang mencintai negeri ini seraya terus berjalan menyampaikan pikiran-pikiran positif untuk menyehatkan demokrasi. Yang bangsa ini butuhkan kini adalah teladan yang memberikan contoh konkret integritas, kerja sama lintas budaya, dan moral publik secara bersamaan.

FORUM TITIK TEMU, tempat berkumpulnya civil society, yang berorientasi pada Gerakan Kultural (Cultural Movement) yang diselenggarakan Nurcholish Madjid Society, Jaringan Gusdurian dan Maarif Institute merupakan respons sekaligus penegasan bahwa masyarakat Indonesia harus bekerja sama dan berjalan beriringan dengan berpedoman pada dasar negara kita, Pancasila, yang saat ini adalah prioritas mewujudkan hidup yang penuh perdamaian, keadilan dan persatuan.

Para tokoh bangsa, pemuka agama lintas keyakinan, dan tokoh panutan di berbagai bidang yang hadir bermaksud berembuk, bertemu muka, berijtihad, dan menyampaikan seruan moral serta kerja sama konkret agar masyarakat berdaya dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu politik dan politisasi agama yang berpotensi memecah belah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *