Eldoka Mart, Lapak Penjualan Domba dan Kambing ala Mall

Agar ini berjalan sesuai harapan, perlu melibatkan berbagai stakeholder dan komunitas. Karena jika melibatkan satu pihak saja, tidak akan banyak yang bisa dilakukan. Seperti Komunitas Asosiasi Pengusaha Aqiqah Indonesia yang jika dipersatukan akan semakin memperkuat ketahanan sumber pangan daging domba dan kambing.

“Kita ingin seperti di New Zealand yang memenuhi kebutuhan susu masyarakatnya dari para peternak yang bersatu dalam wadah koperasi Fronterra. Mengapa kita tidak seperti itu? Sebenarnya bisa, tapi sumberdaya kita tidak dikelola dengan baik. Kita harus mau belajar dari kekuatan ekonomi negara luar yang ditopang oleh koperasi,” tukasnya.

Potensi ekonomi yang sedemikian besar itu jika tergarap secara maksimal dan terkelola dengan baik akan dapat menguatkan dan memberdayakan ekonomi umat. Terlebih kebutuhan daging kambing tidak hanya menjelang Idul Kurban, tetapi setiap hari. Jika ini tertata dengan baik, mall ini akan mampu menjawab kebutuhan daging kambing dan domba.

*Juleha*
Dalam kesempatan itu, Eldoka Mart juga menyumbangkan sekitar 50 meja sembelih hewan kambing dan domba kepada juleha (juru sembelih hewan halal) masjid-masjid se-Jakarta. Donasi ini dimaksudkan agar skill para juleha ini dalam penyembelihan hewan tidak hanya harus dilakukan dengan benar saja. Tapi, juga sesuai dengan syariat.

“Jadi tidak ada lagi penyembelihan kambing di got, atau di tanah yang membuat darahnya berceceran di mana-mana. Teknis penyembelihan hewan itu harus halal dan tayyib. Ingat, penyembelihan yang tayyiban adalah sekali iris, di bawah jakun,” kata Azrul Tanjung.

Diharapkan Juru Sembelih Halal (Juleha) ini menjaga proses penyembelihan dilakukan secara syariah. Diharapkan pula para Juleha ini dapat menguasai tata cara dan akhlak penyembelihan hewan dengan baik dan benar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *