Di area seluas 1625 meter persegi ini bisa menampung sekitar 600 kambing dan domba. Kambing dan domba yang berukuran besar ditempatkan di ruangan sebelah kiri, dan yang berukuran lebih kecil di ruangan sebelah kanan. Di sini, selain bisa membeli kambing dan domba, juga bisa menyembelih hewan yang sudah dibeli di sini.
Sesuai namanya, ketika kita masuk ke area ini akan tercium aroma khas kambing dan domba tapi tidak menyengat, dan tidak sampai menusuk hidung. Jadi, jangan heran jika di lantai atas mall ini ada area food court-nya.
Tak melulu menjual kambing dan domba, ke depannya juga akan dibuka edufarm untuk siswa taman kanak-kanak dan sekolah dasar, bisa juga untuk keluarga. Jadi, katanya, anak-anak yang ingin melihat peternakan domba atau kambing tidak perlu pergi jauh-jauh, cukup di tengah kota juga ada.
*Kemandirian Pangan*
Ketua Komisi Pemberdayaan Ekonomi Umat Majelis Ulama Indonesia (MUI) M. Azrul Tanjung yang hadir dalam kesempatan itu menyambut baik berdirinya Eldoka Mart. Terlebih Domba dan Kambing Mart ini yang pertama ada di Indonesia, yang berdiri tak jauh dari pusat ibukota negara.
Yang diharapkan bisa menjadi Pusat Domba Kambing Nasional. Tempat berkumpulnya peternak-peternak domba dan kambing skala UMKM. Jika para peternakan ini bersatu dan suatu ketika membentuk koperasi akan membuat mereka lebih berdaulat di negerinya sendiri.
“Ini sebuah awal agar petani kita berdaulat. Menjadi cikal bakal gerakan kemandirian kambing dan domba yang berbasis usaha mikro, kecil dan menengah. Selama ini kan petani, peternak, pedagang tidak berdaya karena tidak memiliki akses ke sumber-sumber yang bukan sebatas lahan dan modal, tetapi juga pasar. Memastikan pasar itu jauh lebih penting,” tandasnya.






