Bandar Lampung, porosnusantara.co.id -Prosesi ikrar syahadat dua orang mualaf berlangsung dengan penuh khidmat di Masjid Raya Al-Bakrie, Bandar Lampung, Jumat (7/8/2026) ba’da Ashar. Momen sakral tersebut menjadi awal perjalanan spiritual kedua mualaf yang dengan kesadaran dan ketulusan hati menyatakan memeluk agama Islam.
Dua mualaf yang mengikuti prosesi tersebut masing-masing seorang laki-laki berinisial F (49) dan seorang perempuan berinisial K (31). Keduanya mengucapkan dua kalimat syahadat sebagai tanda resmi memeluk agama Islam di hadapan para saksi dan jamaah yang hadir.
Prosesi ikrar syahadat dipimpin oleh Ustad Septian Pratama serta disaksikan oleh Advokat Plontos Tarmizi dan Heru Fadli sebagai saksi. Suasana haru menyelimuti masjid ketika kedua mualaf dengan penuh keyakinan mengucapkan dua kalimat syahadat yang menandai awal kehidupan mereka sebagai seorang muslim.
Usai prosesi, acara dilanjutkan dengan pembacaan doa bersama dan penyampaian nasihat keislaman sebagai bekal bagi kedua mualaf dalam menjalani kehidupan sesuai tuntunan syariat Islam. Sebagai ungkapan rasa syukur atas hidayah yang diterima, panitia menggelar prosesi pemotongan tumpeng yang kemudian dilanjutkan dengan makan bersama seluruh tamu undangan, jamaah, dan para saksi. Suasana penuh kehangatan, kekeluargaan, dan kebersamaan mewarnai kegiatan tersebut sekaligus mempererat tali silaturahmi di lingkungan Masjid Raya Al-Bakrie.
Kegiatan ini turut dihadiri Majelis Taklim Babussalam yang diketuai oleh Hj. Elva Aprilina bersama para jamaah Masjid Raya Al-Bakrie. Kehadiran mereka menjadi bentuk dukungan moral dan doa bagi kedua mualaf agar senantiasa diberikan kekuatan dalam menjalankan ajaran Islam.
Salah seorang yang hadir dalam prosesi tersebut menyampaikan harapannya agar kedua mualaf senantiasa diberikan keteguhan iman.
“Semoga Allah SWT memberikan kemudahan, keteguhan hati, serta senantiasa membimbing kedua mualaf dalam menjalani kehidupan sebagai seorang muslim. Semoga langkah yang telah diambil menjadi awal perjalanan hidup yang penuh keberkahan,” ujarnya.
Prosesi ikrar syahadat ini menjadi pengingat bahwa pintu hidayah Allah SWT senantiasa terbuka bagi siapa saja yang mencari kebenaran. Dukungan keluarga, masyarakat, dan lingkungan keagamaan diharapkan menjadi kekuatan bagi kedua mualaf untuk terus memperdalam pemahaman agama, memperkokoh keimanan, serta istiqamah dalam mengamalkan ajaran Islam. Kegiatan yang ditutup dengan makan bersama tersebut juga mencerminkan semangat ukhuwah Islamiyah serta penerimaan hangat terhadap kedua mualaf sebagai bagian dari keluarga besar umat Islam.






