KEKAYAAN OBI DIKERUK: INI RESPON TEGAS TOKOH MASYARAKAT OBI
Kekayaan Alam Terus Dieksploitasi, Kesejahteraan Masyarakat Dipertanyakan — Presiden Prabowo Diminta Dengarkan Jeritan Warga Obi
OBI, MALUKU UTARA — Kekayaan alam Pulau Obi, Maluku Utara, kembali menjadi sorotan. Di tengah aktivitas investasi dan pengelolaan sumber daya alam berskala besar, sejumlah tokoh masyarakat Obi mempertanyakan sejauh mana manfaat ekonomi tersebut benar-benar dirasakan oleh masyarakat setempat.
Dengan jumlah penduduk Obi yang diperkirakan mencapai kurang lebih 38 ribu jiwa, masyarakat menilai pembangunan dan pemerataan kesejahteraan harus menjadi bagian utama dari setiap investasi yang berlangsung di wilayah mereka.
Tokoh masyarakat Obi Jefry Daeng, SH, Wilson Colling, SH., MH, dan Budiman menyampaikan respons tegas. Mereka meminta pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, serta investor agar tidak hanya melihat Obi sebagai wilayah penghasil sumber daya alam, tetapi juga sebagai rumah bagi masyarakat yang memiliki hak untuk menikmati hasil pembangunan.
Jefry Daeng, SH, menegaskan bahwa masyarakat Obi tidak menolak pembangunan maupun investasi. Namun, investasi harus memberikan manfaat yang nyata dan berkeadilan bagi masyarakat lokal.
“Kami tidak anti-investasi. Tetapi investasi jangan hanya mengambil kekayaan Obi, sementara masyarakat Obi sendiri masih berjuang mendapatkan kesejahteraan. Jangan sampai Obi kaya sumber daya alam, tetapi masyarakatnya tetap menjadi penonton di tanah sendiri,” tegas Jefry.
Menurutnya, persoalan yang harus menjadi perhatian serius adalah penyerapan tenaga kerja lokal. Ia menilai masih banyak masyarakat Obi yang belum mendapatkan kesempatan kerja secara layak di tengah aktivitas industri yang berkembang di wilayah tersebut.






