Ekspor Buah Tahun 2019 ditargetkan Meningkat Tajam

Di tahun 2013 ekspor manggis hanya 7 ribu ton. Sebanyak 40 persen total ekspor, manggisnya berasal dari Jawa Barat. Sentra manggis terdapat di Jawa Barat, Sumatera Barat, Jawa Timur dan lainnya. Sentra produksi manggis Jawa Barat di antaranya Purwakarta, Subang, Sukabumi, Tasikmalaya dan kabupaten lainnya. Khusus untuk ekspor manggis pada 2018 sebesar 38.830 ton atau naik 324 persen dari 2017 sebesar 9.167 ton. Sedangkan nilai ekspor 2018 tersebut mencapai *Rp 465 miliar*, naik *730 persen* dibandingkan 2017 sebesar *Rp 56 miliar*. Sebanyak *33 persen* dari total produksi manggis Indonesia sudah diekspor, jelasnya

Balai Besar Karantina Pertanian Tanjung Priok memberikan layanan sertifikasi untuk ekspor buah manggis sebanyak 16.271 ton atau senilai Rp 448,127 milyar. Dari jumlah tersebut ekspor manggis yang berasal dari Kabupaten Sukabumi mencapai 2.211 ton atau senilai Rp 66,327 milyar. Kontribusi Sukabumi terhadap total ekspor manggis selama 2018 kurang lebih 13,59 persen dari total ekspor melalui pelabuhan Tanjung Priok.

Sekitar 25 persen produksi manggis diekspor ke beberapa negara seperti ke China, Hongkong, Thailand, Vietnam, Singapura, Malaysia, Arab Saudi, Kuwait, Oman, Qatar, Amerika, Australia, Prancis, Belanda dan sejumlah negara lainnya.

Untuk komoditas durian, mengacu pada data BPS 2017, ekspor mencapai 240 ton. Sementara impor lebih besar mencapai 764 ton, sehingga neraca perdagangan defisit 524 ton. Saat ini manggis Pandeglang sudah masuk kualitas pasar ekspor. Buah manggis dari Pandeglang dieskpor 93 ton ke China dan 714 ton dijual antar wilayah ke Jakarta, Surabaya, Makasar dan lainnya. Secara nasional pangsa ekspor 23 persen produksi manggis Indonesia sebesar 160 ribu ton setahun. Namun demikian, pada tahun 2018 sudah ekspor manggis 35 ribu ton ke China, Malaysia, Thailand, Vietnam, Hongkong, Perancis dan negara lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *