Porosnusantara.co.id – Kalimat ‘berbukalah dengan yang manis’ khususnya saat Ramadhan sebenarnya banyak disalahartikan. Salah mengartikan tersebut ditambah dalih Rasulullah juga menyarankan hal serupa. Maka tak aneh jika menu berbuka kita biasanya penuh dengan makanan atau minuman yang mengandung pemanis tambahan.
Padahal, makanan dan minuman manis yang dimaksud adalah yang mengandung gula alami. Gula alami ini berguna untuk menambah energi yang terkuras selama berpuasa seperti halnya Rasulullah yang menyarankan untuk mengonsumsi kurma sebagai teman berbuka.
Kandungan glukosa, fruktosa, dan sukrosa yang terdapat dalam kurma lebih cepat diserap tubuh sehingga bisa segera memulihkan energi. Selain itu, kurma juga tinggi potasium yang berfungsi menjaga keseimbangan elektrolit tubuh.
Gula alami yang dimiliki kurma juga banyak terkandung dalam buah-buahan segar. Buah-buahan tersebut kebanyakan memang mengandung glukosa, fruktosa, serta kaya akan vitamin dan mineral yang baik bagi tubuh.
Dikutip dari panduan yang dirilisĀ British Nutrition Foundation, es-es manis dan hidangan sebangsanya yang sering dijajakan ketika buka puasa mengandung banyak gula tambahan. Mengonsumsi gula berlebih pada saat buka puasa akan mengakibatkan lonjakan gula darah.
Hal ini berefek buruk bagi kesehatan. Bahkan dalam jangka panjang memicu diabetes. Karena itulah kurma dan buah-buahan segar lebih dianjurkan.
Selain kurma dan buah-buahan, air mineral dan susu juga sangat disarankan sebagai teman berbuka. Air mineral dapat kembali menghidrasi tubuh yang kekurangan cairan selama berpuasa. Sedangkan susu menyediakan gula dan nutrisi alami yang baik untuk mengembalikan energi tubuh.
Disarankannya susu dan buah-buahan sebagai menu berbuka bukan berarti menutup kesempatan Anda untuk menikmati protein hewani. Anda masih dapat menikmati sup berisi daging atau ayam. Tentu dengan memperhatikan porsi keseimbangan makanan bertepung, buah, sayuran, dan kaya protein seperti dagung, ikan, telur, atau kacang-kacangan.