“Sumber daya ikan yang makin melimpah tersebut tentu saja harus kita manfaatkan secara optimal dan berkelanjutan untuk sebesar-besarnya kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, KKP dengan mendapat dukungan penuh dari BPK RI, DPR RI, pemerintah daerah, nelayan, pelaku usaha dan seluruh stakeholders kelautan dan perikanan, terus bergerak bersama untuk mengelola sumber daya itu dengan sebaik-baiknya dengan selalu memperhatikan kelestarian dan daya dukung lingkungan dengan aktivitas penangkapan yang ramah lingkungan,” terang Zulficar.
Sementara itu, Bupati Bolaang Mongondow, Yasti Soepredjo Mokoagow dalam sambutannya mengucapkan selamat datang kepada seluruh pemerintah pusat yang telah hadir untuk meninjau langsung potensi daerah Bolaang Mongondow dan Kotamobagu. Dia berharap agar bantuan pemerintah pusat ke daerah tidak berhenti sampai di sini saja.
“Wilayah Bolaang Mongondow langsung berhadapan dengan Samudera Pasifik, sehingga bantuan sarana penangkapan ikan diperlukan oleh nelayan kami. Selain itu, benih ikan dan indukan untuk perikanan budidaya juga diperlukan. Kendala kami berada pada kualitas air yang kurang baik, sehingga harus berpindah tempat. Begitu pula bantuan pertanian, satu desa satu traktor diperlukan untuk menggarap hasil bumi lebih optimal,” jelas Yasti.
Sedangkan Anggota IV BPK RI, Rizal Djalil berharap agar sinergi pemerintah pusat dan pemerintah daerah dapat terus ditingkatkan karena posisi Bolaang Mongondow sangat strategis. “Saya percaya, semakin berkembang daerahnya semakin berkembang pula masyarakatnya, yang utamanya untuk kesejahteraan orang banyak. Manfaatkan bantuan pemerintah ini agar membuahkan hasil pertanian, kelautan, dan perikanan yang optimal,” tuturnya.






